Dua Kakak Beradik di Padang Ini sudah Bisa Belajar Daring Setelah Dibantu Nasrul Abit

Dua Kakak Beradik di Padang Ini sudah Bisa Belajar Daring Setelah Dibantu Nasrul Abit Wagub Sumbar, Nasrul Abit didampingi anggota Komunitas Jurnalis Sepeda Sehat saat memberikan bantuan dua buah Hp Android kepada Aan dan Pamil di Padang, Sabtu (12/9/2020)

Covesia.com - Sore tadi, Sabtu (12/9/2020) Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit ditemani kawan-kawan dari Komunitas Jurnalis Sepeda Sehat (JSS) menempuh gang sempit di belakang Pasar Nanggalo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang tempat orangtua Ansyah Putra (Aan) dan Pamil Prasatio Syah Putra (Pamil) mengontrak rumah.

Kedatangan orang nomor dua di Sumbar tersebut setelah mendapat informasi dari kawan-kawan JSS bahwa ada dua orang anak yang tidak bisa belajar secara daring (dalam jaringan) karena tidak memiliki Hp jenis Android.

Terpantau Wakil Gubernur Sumbar yang juga sebagai calon Gubernur itu, tampak membawa sebuah tas kecil berwarna oranye. Wajah sumringah terpancar dari Zulbaida (ibunda Aan dan Pamil) saat menerima kedatangan Nasrul Abit. 

"Sengaja saya belikan dua unit agar Aan dan Pamil bisa belajar online. Saya dapat kabar dari kawan-kawan JSS ada warga kita sudah lebih seminggu tidak bisa ikut belajar daring karena tak punya android," ujar Nasrul Abit.

Dia berharap Aan dan Pamil bisa memanfaatkan android tersebut untuk kebutuhan belajar online mereka.

"Rajin - rajin belajar ya, ukir prestasi sebaik-baiknya," pesan Nasrul Abit sambil mengusap kepala si kecil Pamil dan berpamitan.

Sementara Zulbaida berterima kasih kepada Nasrul Abit yang telah meringankan bebannya. "Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih sekali. Disaat kami sedang sulit beliau membantu," ungkapnya.

Sebelumnya kawan - kawan JSS mendapatkan informasi ada dua anak yang tidak bisa belajar online karena tidak memiliki android. JSS mencoba mencarikan donatur.

"Ini bentuk dari JSS Peduli. Selain bersepeda kami juga memberikan hal-hal positif kepada masyarakat," ujar Anggota JSS Melani Friati saat mendampingi Nasrul Abit menyalurkan bantuan.

Dari data informasi yang dihimpun, keluarga ini merupakan warga asal Kabupaten Pesisir Selatan yang baru satu bulan belakangan pindah ke Padang. Asraf (suami Zulbaida) sehari-hari bekerja sebagai pencari belut di Kenagarian Rawang Gunung Malelo Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir.

Tujuan mereka pindah ke Padang ingin mencari kehidupan baru dengan berjualan belut di pasar Nanggalo, Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Sebab, karena Pendemi Covid-19 ekomoni mereka sangat terguncang. Belut dijual langsung oleh Zulbaida sedangkan Asraf harus bolak-balik Pessel - Padang mengantarkan hasil tangkapannya.

Aan Kuliah di UIN Iman Bonjol Padang sedangkan adiknya Pamil baru saja pindah ke SD Negeri 10 Surau Gadang. Mereka saat ini menyewa rumah seadanya di belakang Pasar Nanggalo tersebut.

Sudah hampir dua Minggu Pamil tidak mengikuti sekolah online, sedangkan Aan harus meminjam handphone temannya untuk mengisi Kartu Lembaran Studi (KRS).

Aan dulunya bekerja sebagai garin Masjid di Padang, Namun karena Covid-19 kegiatan di Masjid tempatnya mengajar mengaji tidak ada kegiatan. Sehingga dia memutuskan untuk sementara waktu mambantu ibunya berjualan belut.

Zulbaida berharap anaknya bisa mengikuti belajar online. Namun dia belum mengetahui uang untuk membeli handphone.

(*/don)


Berita Terkait

Baca Juga