Tim Gabungan KLHK Bekuk Dua Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi di Pasaman

Tim Gabungan KLHK Bekuk Dua Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi di Pasaman kedua pelaku berinisial MN (47) dan PS (38) merupakan warga Nagari Sontang Cubadak, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman yang diamankan tim gabungan KLHK (Ist)

Covesia.com - Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam  (BKSDA) Sumatera Barat bersama Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan mengamankan dua orang pelaku perdagangan satwa dilindungi di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan kepada Covesia.com, mengatakan kedua pelaku masing-masing berinisial MN (47) dan PS (38) merupakan warga Nagari Sontang Cubadak, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman.

"Kedua pelaku diamankan ketika mengangkut dan akan memperjualbelikan satwa dilindungi di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (10/9/2020) kemarin," terang Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan kepada Covesia.com, Sabtu (12/9/2020).

Dari tangan kedua pelaku kata Khairi Ramadhan berhasil diamankan Barang Bukti (BB) berupa 2 ekor kukang (nyticebus coucang), sisik trenggiling (Manis javanica) dan sepasang tanduk kambing hutan (carpricornus sumatraensis).

"Hasil pemeriksaan sementara, pelaku MN merupakan aktor pemburu dan penjerat satwa seperti harimau, burung rangkong dan berbagai jenis satwa dilindungi lainnya," tambah Khairi Ramadhan.

Selain itu kata Khairi Ramadhan pelaku MN juga merupakan penyalur dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi sampai ke Dumai dan Batam.

"Setidaknya dari pengakuannya pelaku MN sudah memperjual belikan satwa berupa Harimau sebanyak 8 ekor. Kemudian ratusan paruh burung rangkong. Namun selalu berhasil terhindar dari pemantauan petugas. Pelaku terkenal ahli dan licin dalam aksinya," katanya.

Kedua pelaku dan barang bukti berupa 2 ekor kukang (nyticebus coucang), sisik trenggiling (Manis javanica), dan sepasang tanduk kambing hutan (carpricornus sumatraensis) sudah diamankan ke kantor Pos Gakkum Kementerian LHK di Padang untuk proses hukum lebih lanjut.

"Ada juga Barang Bukti (BB) berupa sepeda motor berplat dinas yang diduga aset salah satu Nagari di kabupaten Pasaman diamankan," katanya.

Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Sumbar di Padang.

"Pelaku terancam pasal 21 ayat 2 huruf a dan huruf d Undang undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah," katanya.

Saat ini tim gabungan KLHK sedang menelusuri pelaku lainnya dalam jaringan perdagangan yang pernah diperbuat oleh pelaku MN.

(hri)


Berita Terkait

Baca Juga