Kota Pariaman Tertinggi di Sumbar Capaian Kepesertaan JKN KIS Warganya

Kota Pariaman Tertinggi di Sumbar Capaian Kepesertaan JKN KIS Warganya Pemkot Pariaman, saat menandatangani surat tanda menjalin kerjasama dengan pihak BPJS daerah tersebut, Jumat (11/9/2020)

Covesia.com - Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), capai 97,26 persen realisasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) warganya. Hal itu membuat kota tersebut menuju Universal Healty Coverage (UHC).

UHC adalah program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengahadapi kesulitan finansial. 

"Alhamdulillah, capai realisasi kepesertaan JKN KIS warga kami 97,26 persen hingga September 2020 ini. Artinya untuk Kota Pariaman sudah ada 91.206 peserta dari 93.774 jumlah penduduk," sebut Walikota Pariaman Genius Umar pada Jumat (11/9/2020).

Genius mengatakan, fungsi utama negara adalah memberikan pelayanan dasar kepada warganya salah satunya kesehatan sehingga pihaknya ingin semua warga di daerah itu mendapatkan jaminan kesehatan.

"Jadi dengan capaian hampir 100 persen ini, sehingga Kota Pariaman bisa menjadi daerah yang terdepan dalam pemenuhan penjaminan kesehatan seluruh warga," katanya. 

Sementara itu Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Pariaman, Sari Rusfa menyebutkan, Kota Pariaman sudah melebihi syarat minimal untuk menuju Universal Healty Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta yaitu sebesar 95 persen dari jumlah penduduk.

"Maka dengan realisasi sekarang, tinggal 2,74 persen atau 2.568 orang lagi warga Kota Pariaman yang belum terdaftar ke JKN KIS," ucapnya.

Dikatakan Sari, pada Juli 2020 lalu, jumlah warga Kota Pariaman yang belum terdaftar ke JKN KIS mencapai 13.201 orang. Namun setelah walikota mengarahkan jajarannya untuk menindaklanjutinya maka realisasi kepesertaan pun meningkat.

"Dengan pencapaian kepesertaan JKN itu, maka Kota Pariaman nantinya akan mendapat apresiasi dari BPJS Kesehatan pusat, yaitu mendapatkan sertifikat dan penghargaan," ungkapnya. 

Sari katakan, bahwa kemarin BPJS Pariaman dan Pemerintah Kota (Pemkot) tersebut menjalinkerjasama di bidang kesehatan dengan tujuan untuk mempermudah warga dalam mendapatkan layanan kesehatan.

"Kemudian dengan capaian ini masyarakat akan terbantu, dimana sebelumnya apabila berobat dan belum terdaftar di BPJS harus menunggu 14 hari, dengan kerjasama ini maka peserta tersebut nantinya akan langsung mendapat pelayanan dihari pendaftaran," jelas Sari.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga