Rumah Isolasi Berbasis Nagari Solusi Alternatif Penampungan Pasien Covid-19 di Agam

Rumah Isolasi Berbasis Nagari Solusi Alternatif Penampungan Pasien Covid19 di Agam (Foto: Covesia)

Covesia.com - Kasus positif Covid-19 meningkat di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Jumlah tersebut sudah tidak tertampung lagi oleh rumah sakit dan lokasi lain yang disediakan pemerintah daerah. 

Dalam satu bulan terakhir kasus positif Covid-19 di Agam hampir mencapai 300 kasus, dimana 20 persen dari kasus positif Covid-19 di Sumbar. Dengan lonjakan tersebut, maka diperlukan alternatif lokasi perawatan mengingat keterbatas kapasitas rumah sakit dalam menampung pasien positif Covid-19.

"Dengan kondisi tersebut, rumah isolasi berbasis nagari atau kaum merupakan alternatif menjadi tempat menampung pasien positif Covid-19," ujar Bupati Agam, Indra Catri Kamis (10/9/2020).

Dijelaskan Bupati Agam, rumah isolasi nantinya akan digunakan untuk menampung pasien positif Covid-19 asimptomatik atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Untuk mengetahui kasus asimptomatik tersebut dapat dilakukan dengan memaksimalkan tracking, tracing dan treatment (3T).

“Dengan memaksimalkan 3T, seperti memperdalam pelacakan, maka kita akan mengetahui mana pasien yang bergajala dan mana yang tidak. Nah, yang tidak bergejala maka akan dikarantina secara mandiri di rumah isolasi, sehingga bisa mengurangi kapasitas karantina di rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu lanjut Bupati Agam, rumah isolasi berbasis nagari secara tidak langsung dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 secara kolektif. Dengan adanya rumah isolasi, masyarakat diharapkan menjadi agen edukasi protokol kesehatan Covid-19.

"Dengan adanya rumah isolasi di setiap nagari akan lahir kesadaran bersama bahwa pandemi Covid-19 sangat mengkhawatirkan, bahkan di Agam sudah 5 pasien Covid-19 yang meninggal dunia,” ungkap Bupati.

Jika seandainya 82 nagari di Agam mempunyai rumah isolasi yang bisa menampung 4 pasien positif Covid-19, imbuhnya, maka persoalan keterbatasan tempat isolasi di rumah sakit bisa teratasi.

“Untuk itu, saya berharap setiap nagari mempunyai rumah isolasi masing -masing, tagak nagari manjago nagari, tagak kampuang manjago kampuang, anak dipangku kamanakan dibimbiang, selamatkan kemanakan kita maka kita akan menyelamatkan orang kampung,” tutupnya.

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga