Sekolah di Pasaman Laksanakan Pertemuan Tatap Muka 100 persen

Sekolah di Pasaman Laksanakan Pertemuan Tatap Muka 100 persen Bupati Pasaman Benny Utama dan Wakil Bupati Sabar AS (Ist)

Covesia.com - Bupati Pasaman, Benny Utama mengatakan, terkait pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) bagi siswa di sekolah yang ada di Pasaman pada semester II ini memang akan dilaksanakan PTM secara 100 persen, dengan ketentuan tetap mematuhi prokes, dan mendukung program vaksinasi.

"Karena kondisi daerah Pasaman sudah berada di level I, tentu kita ingin proses belajar mengajar terhadap anak didik kita dapat berjalan seperti sedia kala. Dan PBM itu tentu harus didukung dengan prokes, dan vaksinasi," kata Benny Utama, Kamis (6/1/2022).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman melalui Sekretarisnya, Gunawan juga mengatakan, berkenaan dengan Pertemuan Tatap Muka (PTM) 100 persen di daerah itu, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Pemerintah daerah dan gugus tugas penanganan Covid-19 Pemkab Pasaman. 

"Insya Allah akan kita rapatkan, terkait masalah PTM di daerah ini dengan Pemerintah daerah dan Tim Satgas. Dan kita tentu berharap, PTM di Pasaman pada semester II ini tentu dapat berjalan 100 parsen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Gunawan. 

Saat ini kata Gunawan, terkait masalah PTM semester II di Pasaman ini baru dimulai pada, Rabu (5/1) kemarin. Sebab, pada Selasa (4/1) kemarin seluruh siswa sekolah di Pasaman baru saja menerima rapor. 

"Jadi untuk sementara waktu, PTM di Pasaman pada awal semester II ini, seluruh siswa masih mengikuti pembelajaran secara  per sif. Nanti kita akan dengar, gimana hasil keputusan rapat besok apakah PTM di Pasaman sudah bisa berjalan 100 persen. Dan jika regulasi ya memungkinkan, dan telah memenuhi syarat maka barulah dilaksanakan PTM di Pasaman secara 100 persen," ucapnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Dr. Yong Marzuhaili bahwa terkait virus baru Covid-19, varian Omicron yang sudah ratusan lebih kasusnya masuk ke  Indonesia.

"jadi pihak rumah sakit Lubuk Sikaping sudah mengantisipasinya dengan menyediakan 10 ruangan isolasi jika ada warga yang dirawat nantinya," katanya.

Kata Yong, meskipun virus baru itu belum masuk ke Sumbar, dan Pasaman, namun jauh hari pihak RSUD Lubuksikaping telah mengantisipasinya dengan menyiapkan 10 ruangan isolasi, oksigen serta obat-obatan lainnya. 

"Dari 10 ruangan isolasi itu, dua ruangan sudah dilengkapi dengan tekanan negatif atau ventilator," tutupnya.

(hri)


Berita Terkait

Baca Juga