Trend Kasus Tindak Pidana di Jajaran Polda Sumbar Menurun Selama 2021

Trend Kasus Tindak Pidana di Jajaran Polda Sumbar Menurun Selama 2021 Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, didampingi Karoops Kombes Pol Djajuli dan Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, di Mapolda Sumbar, Jumat (31/12/2021)

Covesia.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Teddy Minahasa Putra mengungkapkan bahwa trend kasus tindak pidana di jajaran Polda Sumbar menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Tindak pidana di 2021 sebanyak 5.099, sementara di 2020 sebanyak 8.525 tindak pidana," ungkap Kapolda, dalam keterangan persnya saat refleksi akhir tahun, yang didampingi Karoops Kombes Pol Djajuli dan Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, di Mapolda Sumbar, Jumat malam (31/12/2021).

Jika dilihat perbandingan crime indexnya kata Kapolda, dari kasus Curat (pencurian dengan pemberatan), Curas (Pencurian dengan kekerasan) dan Curanmor (Pencurian kendaraan bermotor) dengan persentase rata-rata setengah dari kasus sebelumnya.

"Seperti kasus Curat sebanyak 636 kasus, Curas 85 kasus dan Curanmor 457. Jumlahnya menurun dibandingkan dengan tahun 2020 dengan Curat 1.373 kasus, Curas 226 kasus dan Curanmor 903 kasus," jelasnya.

Teddy Minahasa Putra menambahkan, dengan menurunnya tindak pidana tentu berimbas pada angka penyelesaiannya.

"Jika di 2020 penyelesaian tindak pidana sebanyak 7.782, sementara di 2021 turun ke 7.607," ujarnya.

Sementara, persentase penyelesaian perkara tindak pidana justru naik 149,18 persen dibandingkan tahun 2020 hanya 91,28 persen.

"Ini membuktikan para penyidik sudah mulai profesional, dan fungsi kontrol juga berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada perkara yang berhenti di tengah jalan atau tidak ada kejelasan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumbar juga membahas terkait capaian Vaksinasi di Sumbar dengan angka sudah mencapai 67,99%.

"Alhamdulillah capaian vaksinasi kita hingga pukul 18.00 WIB, dari data input dari kementerian kesehatan menunjukan angka capaian sudah bisa disebut 68 persen capaian vaksinasi kita," ujar Kapolda.

Dan ia membeberkan, sebenarnya capaian angka vaksinasi di Sumbar sebenarnya sudah mencapai angka 70 persen, karena masih ada ketidak sinkronan hasil data manual dengan data input melalui jaringan ke Pusat Kementerian Kesehatan.

"Jadi angka capaian Vaksinasi kita ini sudah bisa mencapai angka 70 persen, mungkin ini karena input data melalui jaringan sering terganggu untuk data base input ke pusat, karena masih banyak daerah-daerah yang memiliki akses jaringan internetnya kurang bagus, disitu kendalanya yang 2 persen capaian lagi," sebut Kapolda.

Jadi yang sebelumnya Sumatera Barat di 3 bulan terakhir masih terbawah capaian vaksinasinya kata Kapolda lagi, kini sudah mencapai angka yang memuaskan, dan pihaknya juga mengapresiasi warga di Sumbar sudah mulai sadar terkait pentingnya Vaksinasi tersebut.

"Dan ini juga tidak terlepas dengan kerja keras seluruh Stakeholder terkait, seperti Pemda, TNI-Polri, Dinkes dan Stakeholder lainnya," kata dia.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga