Sepanjang 2021, Angka Kriminalitas di Kota Padang Menurun

Sepanjang 2021 Angka Kriminalitas di Kota Padang Menurun Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir (tengah) didampingi Kabagops dan Waka Polresta Padang saat press realease akhir tahun, Jumat (31/12/2021)(Foto: Covesia-Primadoni)

Covesia.com - Sepanjang tahun 2021, tercatat angka kriminalitas atau kejahatan di Kota Padang menurun dibanding tahun 2020.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, dalam keterangan persnya, Jumat (31/12/2021).

“Kita mencatat sebanyak 60 persen penurunan kejahatan dibanding tahun lalu, angka penurunan tersebut terlihat dari jumlah laporan Polisi sebanyak 2.784 pada tahun 2020 sementara tahun 2021 sebanyak 1.104," ungkap Kapolres. 

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan dari sejumlah laporan itu, selama 2021 saja dapat dirinci 173 kasus penganiayaan ringan, 149 kasus curat dan 117 kasus penggelapan.

Jika dibandingkan dengan kasus pada tahun 2020, kasus tertinggi terdapat 597 kasus pencurian biasa, 550 kasus curat, 347 kasus penganiayaan ringan.

Ia mengatakan, jumlah penyelesaian perkara justru naik dibandingkan 2020. 

“Dari 2.821 perkara menjadi 3.926 perkara yang selesai. Persentasenya naik 355 persen,” sebutnya.

Kemudian Kapolres menambahkan selama 2021 juga terdapat 3 kasus paling menonjol. Kasus menonjol tersebut cukup menyita perhatian publik.

"Kasus menonjol tersebut pertama kasus aborsi, yang melibatkan pasutri berinisial I (50) dan S (50) yang merupakan pemilik Apotek Indah Farma di Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Kemudian, kasus tersebut juga melibatkan pasangan mahasiswa AHS (20) dan ND (20), selanjutnya FS (20) dan AS (25). Kasus tersebut terungkap pada bulan Februari 2021.

Kasus menonjol yang kedua, kasus perampokan Kuranji, kasus tersebut diperkirakan terjadi pasa Sabtu (23/10/2021) malam dan diketahui pada Minggu (24/10/2021).

Kasus tersebut menyebabkan salah seorang pemilik rumah meninggal sementara suaminya luka-luka. 

Kasus tersebut dapat diungkap dengan otak pelaku asisten rumah tangga dan satpam korban. Sementara 3 eksekutor yang membawa mobil korban masih diburu hingga sekarang.

Kasus menonjol yang terakhir, pencabulan 2 anak perempuan yang beradik kakak. Kasus ini terjadi pada bulan November dengan pelakunya merupakan orang terdekat. Diantaranya, kakek, paman, kakak kandung, dan tetangga.

"Dengan demikian kedepannya untuk mewujudkan 'Padang Zero Criminal' kita akan menerapkan langkah-langkah yang lebih prefentif yang bersifat mencegah lebih kita aktifkan di tengah-tengah masyarakat untuk mencegah tindak pidana, dan bilamanapun terjadi tindak pidana kita akan tanggap, cepat untuk memberikan pelayanan agar kepercayaan masyarakat terhadap Polisi tetap hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama Polresta Padang," kata dia.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga