Lapas Padang Rehabilitasi Ratusan WBP Korban Narkoba

Lapas Padang Rehabilitasi Ratusan WBP Korban Narkoba Kakanwil Kemenkumham Sumbar, R.Andika Dwi Prasetya, saat menutup kegiatan Layanan Rehabilitasi Pemasyarakatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Padang pada Rabu kemarin (29/12/2021)(Foto: Humas Lapas)

Covesia.com - Mengakhiri tahun 2021, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang menutup kegiatan Layanan Rehabilitasi Pemasyarakatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Padang pada Rabu kemarin (29/12/2021).

Program Rehabilitas ini dimulai sejak awal tahun 2021 yang dibagi dua menjadi dua kali kegiatan (1 kali program selama 6 bulan).

"Pada tahun 2021 program rehab ini  ada sebanyak 220 WBP yang mengikutinya yang terdiri dari 120 orang WBP program rehab sosial

100 orang WBP program rehab medis," ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Padang Era Wiharto, dalam keterangan persnya yang diterima, Kamis (30/12/2021).

Era menjelaskan program rehab sosial ditujukan untuk WBP pecandu narkoba yang fokus kegiatannya lebih ke pemulihan kebiasaan dan mindset. Kemudian kalau program rehab medis  lebih difokuskan ke terapi yang di berikan ke WBP (disebut residen) yang tingkat kecanduannya masih tinggi.

Ia bertekad akan lebih menggalakkan keberadaaan Agen Pemulihan (Recovery Crew) di Tahun 2022 melalui residen rehab yang telah berhasil menyelesaikan rehabilitasi tersebut. Sehingga dapat membantu lebih banyak warga binaan lain untuk terbebas dari kecanduan dan ketergantungan terhadap Narkoba. 

"Kita ketahui kurang lebih 80% dari total warga binaan yang ada di Lapas Padang merupakan korban Narkoba. Dengan adanya agen pemulihan yang berasal dari residen rehab ini, diharapkan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik sehingga memberi dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang banyak," jelas Era.

Era juga menyampaikan apresiasi yang luar biasa bagi seluruh petugas yang terlibat dan warga binaan rehabilitasi yang telah mengikuti kegiatan demi kegiatan dalam layanan ini dengan baik. 

Tidak hanya itu, Kalapas juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan program rehabilitasi di Lapas Kelas IIA Padang.

"Tanpa dukungan dari berbagai pihak seperti BNNP Sumbar, kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik," ungkap Kalapas. 

Lebih lanjut Kalapas menuturkan bahwa di Tahun 2021 ini residen rehabilitasi menunjukkan hasil yang sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes urin yang dilakukan kepada seluruh residen rehabilitasi yang menunjukkan bahwa tidak ada lagi penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lain di dalam blok rehabilitasi. 

"Karena selama ini dianggap berhasil dan percontohan bagi Lapas Lain se indonesia, untuk tahun 2022 program rehab ditingkatkan menjadi 300 orang WBP untuk program rehab sosial dan

100 orang untuk program rehab medis," kata dia.

Sementara itu dalam laporan pelaksanaan layanan rehabilitasi, Konselor Rahmi Satria menyampaikan bahwa secara keseluruhan residen di rehab sosial dan medis merasakan kualitas hidupnya meningkat setelah mendapat layanan rehabilitasi ini. Hal ini dibuktikan dengan hasil assessment akhir yang menunjukkan peningkatan hingga 45-57%. 

Konselor Rahmi juga menyampaikan beberapa kendala yang sampai saat ini masih dihadapi dalam pelaksanaan layananan diantaranya sarana prasarana yg belum memadai seperti belum tersedia ruang konseling yang sesuai regulasi, belum adanya tempat penyimpanan arsip residen, hingga residen yang kurang fokus dikarenakan rindu untuk bertemu keluarga selama masa pandemi. 

Kendati demikian, meskipun dalam kondisi terbatas, Konselor Rahmi menyatakan seluruh residen memiliki semangat yang luar biasa untuk berubah menjadi lebih baik. 

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala BNNP Sumbar yang diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasa Josa Maidi. Beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para resident mengikuti layanan rehabilitasi.

"BNNP Sumbar mendukung penuh kegiatan rehabilitasi yang ada di lapas. Kedepannya BNNP Sumbar akan berikan pelatihan dan penguatan bagi petugas lapas terkait bagaimana melaksanakan program rehabilitasi untuk memperkokoh pelaksanaan layanan rehab di Lapas," ungkapnya. 

Josa Maidi berharap kerjasama BNNP dengan lapas dapat terus berjalan. Dirinya juga berharap Lapas Padang bisa menjadi contoh bagi lapas-lapas yang lain dalam melaksanakan kegiatan rehabilitasi. Selain itu juga berharap agar rekan-rekan yang sudah mendapat layanan rehabilitasi saat kembali ke masyarakat agar tidak kembali lagi ke jalan yg salah. 

"Jadilah pribadi yang lebih baik yang bisa memberi dampak positif tidak hanya untuk diri, tapi juga bagi masyarakat banyak," tambahnya. 

Pada kesempatan yang sama Kakanwil Kemenkumham Sumbar, R.Andika Dwi Prasetya juga menegaskan kepada seluruh warga binaan rehabilitasi Lapas Kelas IIA Padang untuk tidak bermain lagi dengan narkoba dan zat adiktif lainnya. Beliau menyampaikan pemindahan ke Nusakambangan akan menjadi hukuman bagi para pelanggar.

"Jangan coba-coba lagi untuk kembali menyentuh barang haram tersebut. Saya bersama pak Kadiv tidak akan segan memindahkan ke Nusakambangan jika ada yang melanggar," tegas Kakanwil Andika. 

Menurut Kakanwil R. Andika Residen Rehab bisa saja dimungkinkan bertemu dengan keluarga. Hal ini terkait erat dengan salah satu kegiatan yang ada di dalam Program Rehabilitasi. 

Selain itu, Kakanwil R.Andika juga meminta Kepala Divisi Pemasyarakatan untuk mendiskusikan terkait solusi dari kendala yang tengah dihadapi dalam pelaksanaan layanan. 

(ril/don)


Berita Terkait

Baca Juga