BBPOM di Padang Tangani 7 Kasus Obat dan Kosmetik Tanpa Izin Edar Selama 2021

BBPOM di Padang Tangani 7 Kasus Obat dan Kosmetik Tanpa Izin Edar Selama 2021 Kepala BBPOM di Padang, Firdaus Umar saat melihat sample salah satu produk makanan yang disita tanpa izin edar, Jumat (24/12/2021)(Foto: Covesia-Primadoni)

Covesia.com - Selama tahun 202, tujuh kasus peredaran obat dan kosmetik tanpa izin edar telah ditangani Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang.

Hal itu diungkapkan kepala BBPOM di Padang, Firdaus Umar, dalam keterangan persnya, Jumat (24/12/2021).

"Tujuh kasus itu dilakukan tindakan hukum berupa pro justisia, terdiri atas kosmetik tanpa izin edar, obat tanpa izin edar, obat tradisional tanpa izin edar, dan menjual obat keras tanpa kewenangan," ungkap Firdaus Umar.

Dia menyebutkan, penindakan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pengawasan pihaknya sepanjang 2021.

"Sepanjang tahun ini, kita juga memeriksa 970 sarana distribusi obat dan makanan dengan hasil 758 sarana memenuhi ketentuan dan 212 sarana tidak memenuhi ketentuan. Temuan di sarana distribusi di antaranya produk tanpa izin edar,  rusak, dan kedaluwarsa," jelasnya.

Jika ditotal, kata Firdaus nilai ekonomis produk obat dan makanan yang diamankan pada pemeriksaan dan penindakan tersebut mencapai Rp370.288.402,-

"Selain tindakan pro justitia, sanksi lainnya yang diberikan BBPOM di Padang kepada pelaku usaha yang ditemukan sarana tidak sesuai ketentuan itu yaitu peringatan, peringatan keras, pengamanan produk, penghentian sementara kegiatan, dan rekomendasi ke dinas kesehatan," ujarnya.

Lebih lanjut Firdaus menyebutkan, pihaknya juga memeriksa 98 sarana produksi obat dan makanan dengan rincian 72 sarapan memenuhi ketentuan dan 26 sarana tidak memenuhi ketentuan.

Temuan untuk sarana produksi yang tidak memenuhi ketentuan ini pada umumnya berupaya higiene dan sanitasi tidak terjaga, persyaratan bangunan serta tertib administrasi yang kurang.

"Tindak lanjut yang dilakukan yaitu peringatan, peringatan keras, dan rekomendasi ke dinas kesehatan," sebutnya.

Lebih lanjut, Firdaus menambahkan BBPOM di Padang juga berkontribusi dalam penanganan Covid-19 berupa pengawasan vaksin terutama kontrol terhadap penyimpanannya serta aktif dalam menyosialisasikan pentingnya vaksin kepada masyarakat.

Dan juga kata Firdaus, BBPOM di Padang, tahun ini juga mendapat anugrah WBK tahun ini meningkat dengan didapatkannya sertifikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) daru Kemenpan RB. 

"Ini adalah pengakuan bahwa BBPOM di Padang telah melaksanakan tugas dengan integritas, bebas korupsi, melakukan layanan public dengan baik dan melakukan inovasi terhadap layanan," kata dia.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga