Dikritisi AJI Padang Terkait Anugerah Kategori Khusus, Ini Kata KPID Sumbar

Dikritisi AJI Padang Terkait Anugerah Kategori Khusus Ini Kata KPID Sumbar Logo KPID Sumbar (Foto: Dok. Covesia)

Covesia.com - Ketua KPID Sumbar, Afriendi mengapresiasi kritikan yang disampaikan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Padang terkait kriteria yang digunakan oleh KPID Sumbar untuk menilai empat kategori khusus yang diberikan kepada para tokoh.

Menurutnya, kritikan AJI tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk kedepanya.

"Kami dari KPID mengucapkan terima kasih kepada pihak AJI maupun masyarakat yang telah memberi kritikan dan masukan kepada KPID terkait pelaksanaan anugerah, tentu kritikan ini sangat membangun sehingga kedepan KPID lebih memperhatikan banyak hal terkait apresiasi terhadap penyelenggaraan penyiaran,"ungkap Ketua KPID Sumbar, Afriendi Sikumbang saat dihubungi Covesia.com, Kamis (23/12/2021). 

Afriendi mengatakan terkait apresiasi terhadap tokoh dan pejabat publik yang diberikan KPID, merupakan keputusan lembaga tentu berdasarkan penilaian bahwa semua tokoh. 

"Hal tersebut punya andil dan kepedulian terhadap kemajuan dunia penyiaran tentu sesuai dengan peran maupun kontribusi mereka di institusi masing-masing," ujarnya. 

Tak hanya itu, Afriendi menilai tidak ada potensi konflik kepentingan dalam pemberian penghargaan. 

Ia menambahkan KPI sebagai wujud peran serta masyarakat berfungsi mewadahi kepentingan masyarakat akan penyiaran. Oleh karena itu KPID dalam menjalankan tugas dan kewenangannya perlu melakukan koordinasi dan/atau kerjasama dengan Pemerintah, lembaga penyiaran, dan masyarakat. 

"KPI butuh dukungan serta penguatan kelembagaan dari semua pihak terutama pemerintah," ujarnya. 

Terkait  penilaian program siaran, kata Afriendi, KPI tetap memperhatikan kewajiban pemenuhan program lokal pada televisi berjaringan penayangan program lokal. 

"Kami tidak menilai program televisi yang bukan merupakan program lokal, bahan siaran yang diminta itu adalah program lokal, jadi itu yang dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para tokoh yang kompeten di bidangnya," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, AJI Padang mempertanyakan kriteria yang digunakan oleh KPID Sumbar untuk menilai empat kategori khusus yang diberikan kepada para tokoh. Empat kategori tersebut adalah tokoh inspiratif penyiaran, tokoh peduli penyiaran, kepala daerah peduli penyiaran dan tokoh nasional penyiaran digital.

Sejauh mana kontribusi yang diberikan para tokoh tersebut kepada dunia penyiaran, sehingga layak diberi penghargaan.

kejelasan kriteria untuk penerima penghargaan akan menghindarkan KPID sebagai lembaga independen dari konflik kepentingan. 

Kejelasan kriteria penghargaan juga akan menghindarkan diri dari kesan "opok" atau menyenangkan hati pemerintah dan lembaga legislatif yang mempunyai kewenangan anggaran.

Kemudian, AJI Padang berpendapat, semestinya KPID memasukkan penghormatan terhadap kebebasan pers ke dalam kriteria dalam memberikan penghargaan, karena pers termasuk bagian dari penyiaran. 

Sebagai contoh, pada Agustus 2021 misalnya terjadi upaya penghalang-halangan jurnalis untuk menjalankan tugas jurnalistiknya oleh ajudan gubernur yang jelas terkait dengan gubernur Sumbar sebagai salah satu penerima penghargaan ini.

(ila/don)

Berita Terkait

Baca Juga