Ditetapkan Tersangka, Berikut Kronologis WNA Pakistan yang Cabuli Anak di Bawah Umur di Padang

Ditetapkan Tersangka Berikut Kronologis WNA Pakistan yang Cabuli Anak di Bawah Umur di Padang Tersangka WNA Pakistan, pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di Padang, saat diamankan di Mapolda Sumbar, Selasa (21/12/2021)(Foto: dok. Humas)

Covesia.com - Usai menjalani serangkaian pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) seorang Warga negara asing (WNA) yang berkebangsaan Pakistan ditetapkan sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur di Kota Padang. 

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setiaji, saat dikonfirmasi Covesia, Selasa (21/12/2021)

"WNA yang terduga melakukan pencabulan ini sudah ditetapkan tersangka dan sudah dilakukan penahanan di Mapolda Sumbar," ujarnya.

Satake menjelaskan kronologis terkait kejadian itu, sebelumnya tersangka ini merupakan pelaku bisnis usaha pakaian.

"Tersangka ini sebelumnya diundang oleh orang tua korban, karena tersangka ini ada keperluan mengambil surat di rumah tersebut, karena tersangka ini merupakan rekan bisnis dari kakak orang tua korban," jelasnya.

Lalu ia datang kesana yang merupakan rumah yang juga toko. 

"Kemudian melihat seorang anak sendirian di toko itu, lalu ia mulai melakukan aksi pelecehan seksual atau pencabulan terhadap anak yang masih berumur 13 tahun tersebut, dan juga sempat mengancam korban," ungkap Satake.

Menerima laporan sang anak itulah pihak orang tua langsung melapor ke Polda Sumbar.

"Perbuatan cabul WNA terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan pada Minggu (19/12/2021) sekira pukul 16.00 WIB ke Unit PPA Ditreskrimum Polda Sumbar," sebutnya.

Sebelumnya dugaan pencabulan itu terjadi dalam sebuah toko yang berada di Jalan Dr. Sutomo, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Usai melakukan perbuatan cabul tersebut, terlapor mengancam korban dengan berkata "jangan kasih tau siapa-siapa".

Dan untuk saat ini statusnya sebagai WNA, pihak Polda sumbar sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

"Terkait hal ini, kita sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait status WNA dengan pihak Imigrasi," kata dia.

Atas tersangka ini ia dijerat dengan  Pasal 82 Jo Pasal 76E UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(don)


Berita Terkait

Baca Juga