Dibuka Hanya untuk Lewat Kendaraan, Tumpukan Material Longsor Ancam Keselamatan Pengendara

Dibuka Hanya untuk Lewat Kendaraan Tumpukan Material Longsor Ancam Keselamatan Pengendara Tampak Tumpukkan Material Longsor yang Ancam Keselamatan Pengendara di bukit Pulai, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (20/12/2021)(Foto: Covesia-Indrayen)

Covesia.com - Akses jalan nasional tepatnya di bukit Pulai, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) sudah bisa dilalui pacsa diterjang longsor pada Jumat (17/12/2021) sore kemarin. Namun, tumpukan material longsor baru dibersihkan hanya untuk sekedar bisa dilintasi kendaraan roda empat dan roda dua. 

Berdasarkan pantauan Covesia.com di lapangan, untuk melalui akses jalan tersebut pengendara kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa harus bergilir melintasi jalan tersebut. Karena, akses diberlakukan dengan cara buka tutup. 

Diberlakukannya, akses buka tutup disebabkan tumpukan material longsor belum sepenuhnya di bersihkan, dan pengendara menilai tingginya tumpukan material tersebut sangat mengancam keselamatan pengendara yang melintasinya. 

"Selain kondisi jalan licin. Tingginya, tumpukan material longsor sangat berbahaya. Apalagi, kalau diguyur hujan," sebut Jupri (37) pengemudi mobil yang mengantri saat melintasi akses jalan tersebut pada Covesia.com Senin (20/12/2021). 

Seharusnya, menurut Jupri, pemerintah daerah harus cepat tanggap melihat kondisi ini. Jangan hanya sekedar membuka akses jalan supaya bisa dilalui saja. 

Sebab, sambungnya, kondisi longsor ini sudah terjadi sejak tiga hari belakangan ini. Tapi, kenapa tidak dibersihkan sepenuhnya. 

"Harusnya, material longsor dibersihkan seluruhnya. Tapi kok hanya segitu. Ini sudah tiga hari kejadian. Sementara itu, sampai saat ini tidak ada lagi tanda-tanda mau dibersihkan dan terlihat hanya dibiarkan seperti itu," ujarnya. 

Terpisah, pengendara sepeda motor Rahmi (23) menyampaikan, dirinya merasa takut ketika hendak melintas di sela-sela tingginya tumpukan material longsor. 

"Sedikit takut, rasanya tumpukan material itu seakan mau jatuh saja ketika pas lewat," kata Rahmi. 

Kendati demikian, melihat kondisi seperti ini. Ia berharap, pemerintah daerah segera membersihkan tumpukan material longsor yang ada di Bukit Pulai itu. 

"Harus segera dibersihkan seluruhnya. Nanti kalau hujan lagi bagaimana. Tumpukan material longsor yang tinggi seperti bukit itu bisa jatuh, dan akan membahayakan pengendara lewat. Terutama bagi kami pengendara motor, langsung tertimbunkan jadinya," singkatnya. 

Sementara itu, Plt Dinas Pengerjaan Umum (PU) Pessel, Sariwan, mengatakan, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan pihak Balai Jalan Nasional. 

Sebab, ungkapnya, jalan tersebut merupakan jalan nasional, bukan kewenangan kabupaten. 

"Ya, nanti kita koordinasikan dengan pihak Balai. Karena ini bukan kewenangan kita di Kabupaten," singkatnya. 

Diketahui, akses jalan di Bukit Pulai, Kecamatan Batangkapas, sempat putus total karena diterjang longsor pada Jumat sore (17/2021), dan akses jalan mulai bisa dilalui pada Sabtu (18/12/2021) pagi, setelah berhasil dibuka oleh pihak BPBD dan PU Pessel. 

Kapolsek Batangkapas, IPTU Asma D. Jambek, mengatakan, akses jalan yang tertimbun longsor di Bukit Pulai, saat ini sudah bisa dilalui oleh pengendara roda dua dan roda empat. 

"Akses jalan sudah behasil dibuka dari material longsor. Namun, untuk kondisi jalan masih belum normal," katanya pada Covesia.com Sabtu (18/12/2021). 

Saat ini tambah Jambek, akses jalan hanya bisa dilewati dengan cara buka tutup. "Belum bisa berlawanan arah. Akses jalan masih buka tutup," ucapnya. 

Disampaikannya, meski sudah berhasil dibuka dan bisa dilintasi kendaraan. Ia mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalan tersebut. 

Sebab, tumpukan material longsor masih tinggi dan belum sepenuhnya berhasil dibersihkan. 

"Masih rawan, material longsornya cukup tinggi. Sekarang baru berhasil dibuka pas-pas untuk kendaraan lewat. Untuk pengendara, kita harapkan tetap waspada, karena kondisi jalan juga masih licin," imbuhnya. 

(Ind)


Berita Terkait

Baca Juga