Lapsus - Dharmasraya Peduli Lumajang, Sutan Riska Galang Bantuan Untuk Korban Eruspi Gunung Semeru

Lapsus  Dharmasraya Peduli Lumajang Sutan Riska Galang Bantuan Untuk Korban Eruspi Gunung Semeru Sumber: Humas

Covesia.com - Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada 4 Desember 2021 menyisakan luka mendalam. Tidak saja bagi warga Lumajang, tetapi luka ini dirasakan oleh seluruh warga Indonesia. 

Erupsi Gunung Semeru telah menyebabkan jatuhnya puluhan korban jiwa, serta masih banyak juga yang dinyatakan hilang. Tidak hanya itu, dampak erupsi Semeru, juga menimbulkan kerusakan infrasruktur seperti rumah warga dan fasilitas umum serta kerugian pada sektor pertanian dan peternakan di daerah itu. Bahkan, sampai saat ini, BNPB masih mendata total kerugian materil yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Sejak awal hingga ditutupnya operasi pencarian selama 13 hari sejak 4-16 Desember 2021, tim SAR gabungan telah menemukan 48 jenazah korban, sementara 36 orang lainnya masih belum ditemukan. Sementara, masih banyak warga terdampak yang masih tinggal di pengungsian. 

Sejak awal terjadinya peristiwa besar ini, Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menyampaikan duka mendalam atas bencana alam erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. 


“Saya sudah menelepon Bupati Lumajang untuk menyampaikan empati terhadap warga Lumajang yang ditimpa musibah erupsi Gunung Semeru," ungkap Sutan Riska di hadapan ratusan ASN Kabupaten Dharmasraya, (6/12/2021).

Dia mengaku, dari bebarapa hari yang lalu sudah berkordinasi dengan sejumlah Bupati untuk membicarakan segala sesuatu yang dapat meringankan penderitaan warga yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru.

“Kami sepakat bergotong-royong untuk membantu rekan-rekan sejawat sesama bupati di Jawa Timur dalam menghadapi cobaan ini," lanjut Sutan Riska.

Dikatakan, pihaknya berkemungkinan akan menurunkan tim gabungan BPBD kabupaten seluruh Indonesia untuk membantu penanggulangan pasca bencana. Ia berharap dengan kontribusi APKASI, dapat membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan setempat mempercepat pemulihan pasca bencana.

Bupati muda asal Provinsi Sumatera Barat itu juga mengajak seluruh ASN dan warga Dharmasraya mendoakan agar warga yang terdampak bencana diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Dharmasraya Siapkan Satu Ton Rendang untuk Korban Erupsi Semeru

Sebagai bentuk persaudaraan dan rasa empati yang mendalam terhadap korban bencana erupsi Gunung Semeru, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyiapkan satu ton rendang untuk warga terdampak di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur.  

Untuk menyiapkan satu ton rendang tersebut, seluruh ASN, Dharmawanita Persatuan dan TP PKK  Kabupaten Dharmasraya akan dikerahkan memasak rendang secara massal, Rabu pagi (8/12/2021) di Halaman IKM Centra Logam Kabupaten Dharmasraya, Jalan Lintas Sumatera Gunung Medan.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menegaskan satu ton rendang yang akan dikirim sebagai pesan bahwa warga Lumajang tidak sendiri menghadapi musibah ini. Meski warga Dharmasraya tidak hadir secara langsung membantu warga Lumajang, setidaknya kehadiran satu ton rendang sedikit dapat meringankan beban warga di sana.

Lanjut Ketua APKASI ini, sebagai sesama Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah sewajarnya saling membantu. Pasalnya kata beliau, hal-hal seperti inilah yang dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan sesama warga negara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Adlisman, menerangkan pihaknya mewajibkan seluruh OPD memasak minimal 30 kg daging sapi segar, dimasak kering, dan dipacking rapi masing-masing seberat 250 gram. Dengan demikian ada 4000 paket rendang siap santap yang akan di kirim ke lokasi-lokasi pengungsian warga terdampak erupsi.

Untuk kebutuhan daging, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya menyiapkan beberapa ekor sapi, yang didahului pemotongan di Nagari Sungai Rumbai pada pagi Rabu (8/12/2021).


Kesulitan yang dialami korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, turut menjadi perhatian nasional, termasuk oleh warga di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Memahami kondisi itu, ratusan Bundo Kandung (kaum ibu) di Dharmasraya memasak daging sapi secara gotong-royong untuk dijadikan randang, di kawasan Sentra IKM Logam, Rabu (8/12/2021).

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), akan mengantarkan langsung satu ton randang yang dimasak tersebut. Menurutnya, randang yang dikirimkan ini adalah bukti bahwa semua warga Indonesia bersaudara.

“Para Bundo Kanduang ini sukarela datang dan berkumpul di sini untuk memasak randang yang akan dibagikan kepada para korban erupsi Gunung Semeru,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dibutuhkan sembilan ekor sapi untuk menghasilkan satu ton randang. Selain itu, katanya, randang juga lebih praktis untuk disantap bersama nasi, serta tahan lama. 

“Kita berharap para korban, terutama di pengungsian bisa terjaga imunitas mereka. Karena masakan Minang, khususnya randang, mengandung banyak rempah yang baik untuk kesehatan,” paparnya.

Dia juga mengaku terharu atas partisipasi kaum ibu di daerah itu, karena kegiatan sosial ini dikerjakan secara gotong-royong sebagai wujud kepedulian kepada saudara di Tanah Air yang sedang mendapat kesulitan. 

Randang Dikirim ke Lumajang

Rendang sebanyak satu ton yang dimasak oleh Bundo Kanduang (kaum ibu) Dharmasraya sudah dikirim jalur darat ke Lumajang, Jumat (10/12/2021) pukul 21.00 WIB. Rombongan itu dipimpin langsung oleh Danramil 03 Pulau Punjung, Kapt CAJ Tuti Andayani. Rombongan dilepas langsung oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.


“Hati-hati di jalan. Rendang ini tujuannya untuk meringankan kebutuhan pangan korban terdampak erupsi gunung Semeru di Lumajang. Biar pelan asal sampai, tapi kalau bisa agak kencang tapi selamat juga lebih baik,” pesan Sutan Riska kepada rombongan sebelum berangkat. 

Rendang ini diantar oleh dua mobil pick up dan didampingin satu mobil Patroli Dinas Perhubungan Dharmasraya.

“Rendang ini akan langsung kita bagikan sesampai di Lumajang. Kita pilih rendang supaya praktis, karena bisa langsung dimakan. Dan yang lebih penting, rendang sapi itu makanan yang penuh protein. Bumbu rempahnya juga penuh anti oksidan dan baik bagi imun tubuh para pengungsi,” kata Sutan Riska kepada awak media.

Sutan Riska akan menyusul ke Lumajang hari Minggu, 12/12/2021 bersama rombongan bupati pengurus APKASI. Selain membagikan rendang, Sutan Riska juga akan menyerahkan bantuan dalam bentuk uang tunai dari APKASI.

Apkasi Serahkan bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyerahkan bantuan berupa uang tunai total senilai Rp 200 juta. Bantuan itu terbagi Rp 150 juta untuk 34 ahli waris warga Lumajang yang menjadi korban meninggal erupsi Gunung Semeru. Dan Rp 50 juta untuk renovasi masjid yang rusak diterjang lahar panas.

Bantuan diserahkan oleh Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan kepada para ahli waris disaksikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq serta beberapa Pengurus Apkasi lainnya di Posko Pengungsian SMPN 1 Candipuro, Lumajang, Senin (13/12/2021).


Tampak hadir mendampingi para Pengurus Apkasi, di antaranya Bendahara Umum Apkasi, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bendahara Umum, Bupati Tulang Bawang Winarti, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Bidang Riset dan Teknologi, Bupati Blitar Rini Syarifah, Sekretaris Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, dan Koordinator Wilayah Apkasi - Jawa Timur, Bupati Jember Hendy Siswanto.

Sutan Riska dalam sambutannya menyampaikan turut berduka yang mendalam atas musibah yang dialami masyarakat Lumajang dan sekitarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus Apkasi, baik melalui institusi maupun pribadi secara ikhlas bergerak bersama membantu dan menyalurkan dana kemanusiaan untuk meringankan beban penderitaan warga Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Hari ini kami dari Apkasi mengunjungi lokasi bencana di Lumajang untuk memberikan semangat kepada Bupati Lumajang agar tetap tegar dan kepada masyarakat Lumajang diberikan kesabaran dan korban yang meninggal diterima di sisi Allah SWT. Kami juga ingin memberikan pesan bahwa inilah Indonesia yang masih memiliki semangat gotong royong yang tinggi, saling bahu membahu meringankan beban saudara-saudara kami di Lumajang,” kata Sutan Riska.

Sutan Riska berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban meninggal erupsi Semeru. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia terus bergotong royong membantu sesama. (*)

Berita Terkait

Baca Juga