Tinjau Pengerjaan Galian Drainase, Anggota DPRD Bukittinggi: Kontraktor Tak Bertanggung Jawab

Tinjau Pengerjaan Galian Drainase Anggota DPRD Bukittinggi Kontraktor Tak Bertanggung Jawab Foto: Debi/ Covesia

Covesia.com - Anggota DPRD Bukittinggi, Ibra Yaser meninjau langsung pengerjaan proyek galian drainase primer yang berada di jalan Perintis Kemerdekaan Bukittinggi, Senin (22/11/2021).

Ia menilai pengerjaan proyek galian Drainase berserakan dan merasa kecewa karena pengerjaan itu berdampak buruk bagi masyarakat terutama pedagang dan angkutan umum.

"Berapa banyak pedagang dan angkutan umum yang dirugikan akibat galian drainase ini. Mereka mencari makan bukan mencari kaya," kata Ibra Yaser saat meninjau proyek tersebut.

Ia mengatakan gundukan galian drainase di lokasi berimpas kepada pedagang karena debu yang berterbangan serta jalan yang rusak akibat galian itu, apalagi kondisi jalan licin ketika hujan.

"Mestinya selesai membongkar galian dibersihkan, namun ini malah dibiarkan begitu saja gundukan tanah yang merugikan orang," ungkapnya kesal.

Ia juga menilai pihak kontraktor tidak bertanggung jawab atas pengerjaan yang amburadul sehingga sopir angkot, pedagang menjadi korban dari pengerjaan tersebut.

Sementara itu proyek drainase primer senilai Rp 12,9 miliar ini merupakan salah satu pekerjaan yang berfungsi untuk memecah aliran air yang masuk ke Bukittinggi. 

Namun, beberapa bulan terakhir, proses pekerjaan sepanjang 1.080 meter ini, mendapat banyak sorotan. Pasalnya, hasil galian sering ditumpuk di badan jalan, yang mengganggu kenyamanan pengguna lalu lintas. Bahkan, pagar pengaman yang sering diminta oleh pemerintah, juga belum tampak wujudnya di lapangan.

Sebagaimana banyak dikeluhkan masyarakat, pekerjaan Drainase Primer di sepanjang jalan dari SMP N 1 hingga Rumah Potong berdampak ketidaknyamanan lingkungan, antara lain debu material yang berterbangan. 

Masyarakat mengeluhkan terkait material berupa tanah sisa galian dari pekerjaan drainase yang menganggu warga. Serta jalan yang licin yang jika diguyur hujan sehingga menganggu kenyaman pengguna jalan.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan akibat debu yang berterbangan di sekitar lokasi proyek drainase. Apalagi akses pembeli ke toko warga yang mayoritas berjualan disepanjang pengerjaan drainase terganggu akibat gundukan tanah galian drainase yang menumpuk memenuhi jalan.

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga