Proyek Galian Drainase di Bukittinggi Rugikan Masyarakat, Ini Penjelasan Pemko

Proyek Galian Drainase di Bukittinggi Rugikan Masyarakat Ini Penjelasan Pemko Pengerjaan proyek galian Drainase di Bukittinggi, saat dilakukan pembersihan sisa pengerjaan sebabkan debu berterbangan yang rugikan masyarakat sekitar, Minggu (21/11/2021)

Covesia.com - Pengerjaan proyek galian saluran drainase primer di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan atau sepanjang jalan dari SMPN 1 hingga Rumah Potong di Kota Bukittinggi mengakibatkan dampak gangguan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kota Bukittinggi, Rahmat AE, menjelaskan proyek pembangunan drainase primer ini bertujuan mengurangi debit air yang datang dari kawasan hulu batas Kota Bukittinggi yang berasal dari Kabupaten Agam, Bandar Durian yang masuk ke Saluran di Jalan Sudirman. 

"Proyek yang telah berlangsung dua bulan ini ditargetkan selesai pada 26 Desember 2021," katanya.

Ia menerangkan galian drainase ini guna mengalihkan titik crossing air yang selama ini menyebabkan genangan di kawasan Jembatan Besi, Simpang Capella, Masjid Darussalam, kawasan Galiano, dan Pasar Bawah.

Disamping itu juga direncanakan untuk menampung air dari Bukit Cangang di samping SMPN 1, Jalan H.Agus Salim, Kawasan Pasar Atas dari Jenjang Gudang, Pasar Lereng, Jenjang 40, Jalan Cindua Mato yang akan dihubungkan dengan saluran Primer ini tersebut.

Selanjutnya Rahmat menyampaikan proyek ini direncanakan pada Tahun Anggaran Tahun 2019 dan Proses Perencanaan Detail Design Engineering (DED) dilakukan pada Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan oleh Bidang Jalan, Jembatan Dan Irigasi Dinas PUPR pada periode pemerintahan sebelumnya. 

Sebagaimana banyak dikeluhkan masyarakat, pekerjaan Drainase Primer di sepanjang jalan dari SMP N 1 hingga Rumah Potong berdampak ketidaknyamanan lingkungan, antara lain debu material yang berterbangan. 

Pembersihan dilakukan karena keluhan masyarakat terkait material berupa tanah sisa galian dari pekerjaan drainase yang menganggu warga. Serta jalan yang licin yang jika diguyur hujan sehingga menganggu kenyaman pengguna jalan.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan akibat debu yang berterbangan di sekitar lokasi proyek drainase. Apalagi akses pembeli ke toko warga yang mayoritas berjualan disepanjang pengerjaan drainase terganggu akibat gundukan tanah galian drainase yang menumpuk memenuhi jalan.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga