Tingkatkan Kesadaranakan Literasi Sosial Media, Guru dan Orang Tua Dibekali dengan Psikoedukasi

Tingkatkan Kesadaranakan Literasi Sosial Media Guru dan Orang Tua Dibekali dengan Psikoedukasi

Covesia.com - Remaja saat ini dapat disebut sebagai digital native karena mereka lahir dengan teknologi informasi yang sudah berkembang dengan cepat, sehingga membuat mereka menjadi lebih familiar dengan penggunaan teknologi dan internet.

Di sisi lain, orang tua dan guru adalah digital immigrant, yang baru memulai mempelajari teknologi saat mereka dewasa, sehingga tidak mampu menguasai teknologi secepat remaja. Kesenjangan ini dapat menjadi potensi permasalahan karena orang tua dan guru tidak sepenuhnya mampu mengetahui berbagai hal yang sudah diakses oleh remaja melalui ponsel pintarnya.

Akibatnya, diluar pemantauan orang tua dan guru, siswa dapat terpapar berbagai ancaman siber seperti konten pornografi, cyber bullying, penipuan siber dan kecanduan game online. Berbagaiancaman ini membahayakan kesehatan mental remaja dan dapat mempengaruhi kualitas hidupnya di masa yang akan datang.

Data Digital Indonesia tahun 2020 menunjukkan angka pengguna media sosial aktif di Indonesia sebesar 160 juta orang, termasuk didalamnya adalah remaja. Rata-rata pengguna media sosial ini menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam dalam sehari.

Media sosial yang banyak diakses saat iniadalah Youtube, Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter, TikTok dan media sosial lainnya. Penggunaan sosial media di satu sisi memberikan ruang bagi individu untuk dapat berinteraksi, berkreativitas, berbagi berbagai hal tanpa dibatasi ruang dan waktu. 

Namun, dibalik itu sejumlah ancaman dari aksessosial media juga mengintai para penggunanya.

Ancaman yang didapatkan melalui media sosial memberikan dampak buruk pada perkembangan remaja. Remaja yang mengalami cyberbullying dan online harassment dapat mengalami depresi, kecemasan, isolasi diri yang parah dan yang terburuk adalah bunuh diri.

Berbagai konten yang berbau seksual seperti pesan, gambar atau video yang dapat tersebar secara cepat melalui ponsel pintar dapat menyebabkan remaja menjadi terpapar konten pornografi, mengalami adiksi pornografi sampai dengan perilaku seks berisiko. Selain itu, remaja yang dengan mudah mengunggah data-data pribadinya di media sosial juga memiliki kerentanan mengalami kejahatan siber seperti peretasan data-data pribadi (O’Keeffe et al., 2011).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dosen Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Negeri Padang, melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Guru dan Orangtua dengan tema Psikoedukasi Literasi Media Sosial untuk Meningkatkan Parental Awareness tentang Cyber Threats pada Orang tua dan Guru. 

Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Farah Aulia, M.Psi dengan anggota yaitu Elrisfa Magistarina, S.Psi.,M.Sc dan Dr. Dina Sukma, S.Psi., M.Pd dilaksanakan dalam dua tahapan, untuk guru dan orang tua. 

Kegiatan psik oedukasi dilaksanakan secara online pada guru dan orang tua siswa SMA Pembangunan Laboratorium UNP Padang. Untuk psiko edukasi pada guru dilaksanakan pada Kamis, 19 Agustus 2021 lalu dan diikuti oleh kurang lebih 32 orang guru. 

Sedangkan untuk kegiatan psikoedukasi pada orang tua diikuti oleh 63 orang tua siswa kelas X-XII diadakan padaSabtu, 4 September 2021. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Farah Aulia, M.Psi dan sambutan oleh Kepala Sekolah SMA Pembangunan Laboratorium UNP Drs. Yofrizal, M.Pd.

Materi dalam kegiatan Psikoedukasi ini meliputi pengenalan tentang Perkembangan Psikologis Remaja dan Media Sosial yang disampaikan oleh Ibu Rahayu Hardianti Utami, M.Psi.,Psikolog dan Cyber Threats dan Upaya Mencegah dampaknya pada Siswa yang disampaikan oleh Bapak Dr. Mardianto, S.Ag.,M.Si. 

Melalui kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan orang tua dan guru tentang literasi media sosial sehingga memiliki kesadaran pengasuhan akan berbagai ancaman siber terhadap remaja agar dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengantisipasinya.

(*)




Berita Terkait

Baca Juga