Seleksi Sekprov Sumbar Terbuka, Komisi Informasi Apresiasi Pansel

Seleksi Sekprov Sumbar Terbuka Komisi Informasi Apresiasi Pansel

Covesia.com - Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Nofal Wiska mengacungkan jempol terhadap Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) yang diketuai Hamdani.

“Salut dan sangat terbuka. Terima kasih Pak Hamdani selaku Ketua Pansel yang membuka pengumuman di berbagai saluran media publikasi sehingga mudah diakses publik,” ujar Nofal Wiska, Senin (24/5/2021).

Nofal berharap semangat keterbukaan informasi publik seleksi calon sekprov tetap  dipertahankan hingga akhir seleksi.

Apalagi jabatan sekprov sangat strategis sebagai fasilitator, eksekutor dan koordinator di pemprov.

“Jangan berhenti di pengumuman saja, tapi selanjutnya juga harus pro keterbukaan informasi publik berdasarkan UU 14 Tahun 2008. Regulasi juga memberikan beberapa informasi publik dikecualikan atas proses seleksi tersebut, seperti nilai atau rekam medis calon mesti dihitamkan dalam penyajian publikasinya ke publik,” ujar Nofal.

Dari sisi penguatan keterbukaan informasi di badan publik, kata Nofal, peran sekprov juga sangat strategis.

Berdasarkan Permendagri Nomor 3 Tahun 2017,  Sekprov adalah Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama.

“Apalagi Gubernur Buya Mahyeldi menargetkan 2021 Sumbar kembali berpredikat informatif,” ujar Nofal.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Pansel Hamdani menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar mulai membuka pendaftaran seleksi calon Sekprov mulai 24 Mei hingga 31 Mei 2021.

Calon terpilih nantinya akan mengisi kekosongan jabatan sekprov defenitif pasca pensiunnya Alwis pada 1 April lalu. Saat ini untuk sementara jabatan diemban oleh Plh Sekprov Benny Warlis.

Hamdani usai pertemuan dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi, menyebutkan seleksi calon sekprov dilakukan secara terbuka.

Seleksi diumumkan secara terbuka melalui website, papan pengumuman Badan Kepegawaian Daerah (BKD), media cetak lokal dan media elektronik.

“Berkas pendaftaran seleksi jabatan pimpinan tinggi madya sekprov eselon 1b ini sudah harus diterima Sekretariat Panitia Seleksi paling lambat pada 31 Mei 2021,” ujar Hamdani , Minggu (23/5/2021).

Setelah berkas diterima, pansel selanjutnya mulai melakukan seleksi administrasi pada 2 Juni 2021. Kepastian siapa yang lulus dan tidak lulus seleksi administrasi akan diumumkan pada 2 Juni melalui website dan papan pengumuman BKD.

Baca Juga:  Pupuk Indonesia Siapkan 12.620 Ton Pupuk Subsidi di Sumbar

Hamdani sebagai pansel dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau pegawai negeri sipil yang berminat dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat mendaftarkan diri.

Seluruh peserta seleksi yang memenuhi syarat punya kesempatan yang sama. Bobot tertinggi dalam seleksi adalah presentasi dan wawancara 35%, kemudian ujian kompetensi 25%, penulisan naskah dan jejak rekam masing-masing 20%,” katanya.

“Tim Pansel menyiapkan tiga nama calon untuk diserahkan kepada gubernur sebagai PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) untuk diteruskan ke KASN. Setelah adanya rekomendasi dari KASN, selanjutnya berkas diserahkan kepada Presiden melalui Mendagri,” ungkap Hamdani yang juga Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Lamaran beserta seleksi ditujukan kepada Gubernur Sumatera Barat c.q Ketua Panitia Seleksi JPT Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat.

Lamaran dikirimkan melalui email dengan alamat panseljpt@sumbarprov.go.id dan berkas diantarkan langsung ke Sekretariat Panitia Seleksi JPT Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat dengan alamat Jln. Batang Antokan Nomor 4 Padang paling lambat  31 Mei 2021 pada jam kerja.

Seluruh dokumen persyaratan dilampirkan bersama surat lamaran. “Berkas administrasi yang akan diproses adalah berkas yang lengkap sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Seleksi ini tidak dikenakan biaya atau pungutan dalam bentuk apapun,” tegas Hamdani.

Dalam seleksi ini, Hamdani sebagai Ketua Pansel bekerja menyeleksi calon bersama anggota pansel yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Mahyeldi Nomor 821/2477/BKD-2021.

Yakni, akademisi UNP Prof Sufyarma Marsidin, Profesional di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumbar Syarifuddin, akademisi Unand Prof Syukri Arief dan Efa Yonedi PhD, Akademisi UIN Imam Bonjol Padang Prof Mukhlis Bahar dan Dr Rahmawati.

Menurut Hamdani, jadwal pelaksanaan seleksi dapat berubah sewaktu-waktu dan akan diumumkan melalui website www.sumbarprov.go.id.

Peserta yang berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya disampaikan pada saat pengumuman hasil seleksi. Keputusan Panitia Seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

“Apabila di kemudian hari diketahui pelamar memberikan data atau keterangan tidak benar, maka panitia seleksi berhak membatalkan hasil seleksi,” ingatnya.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga