Kasus Covid-19 Berkurang, Objek Wisata di Agam Mulai Dikunjungi Masyarakat

Kasus Covid19 Berkurang Objek Wisata di Agam Mulai Dikunjungi Masyarakat Kepala Disparpora Agam, Syatria

Covesia.com - Sektor pariwisata di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai menggeliat seiring dengan semakin kurangnya kasus aktif positif Covid-19 beberapa bulan terakhir.

Bahkan semenjak pertengahan Oktober 2021 Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mulai menerima kunjungan wisata secara resmi ke daerahnya, khususnya di kawasan wisata yang dikelola pemerintah setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga, (Disparpora) Agam Syatria mengatakan, meski demikian selama satu bulan terakhir kunjungan wisata belum begitu ramai hal tersebut memang sesuai aturan yang berlaku yaitunya 50 persen dari kapasitas pengunjung objek wisata.

"Para pengunjung kita himbau untuk mematuhi protokol kesehatan. Untuk di lokasi objek wisata, kita sudah menyiapkan tempat cuci tangan serta menghimbau untuk menggunakan masker dan menjaga jarak, selain itu lanjutnya, untuk kapasitas kunjungan juga dibatasi sebanyak 50 persen," ujarnya, Minggu (14/11/2021).

Menurutnya, penurunan kunjungan sudah terjadi secara nasional tidak terkecuali di kabupaten Agam, meski demikian berlahan-lahan mulai bangkit seiring semakin berkurangnya kasus positif Covid-19.

"Kunjungan belum bisa meningkat baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat meski demikian kita melihat regulasi kedepannya apakah sudah boleh menggelar event sebagai ajang promosi," lanjutnya.

Selain itu lanjutnya, berkurangnya wisatawan yang datang juga disebabkan minat masyarakat itu sendiri, karena takut tertular Virus saat bepergian keluar daerah

Untuk tahap awal ini pihaknya akan mengundang biro-biro perjalanan wisata agar bisa memberikan rekomendasi untuk berkunjung di Agam.

Sementara itu salah seorang pedagang kuliner di Pantai Pasia Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara mengatakan, untuk kawasan setempat kunjungan wisata sudah dalam kondisi normal dan ramai di akhir pekan.

"Kitakan berjualan setiap hari jadi bisa melihat kunjungan wisata secara jelas, untuk pengunjung masih didominasi dalam daerah, dan ramainya saat sabtu dan minggu," terangnya.

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga