Pemkot Pariaman Targetkan 95 Persen Penggunaan Transaksi Digital

Pemkot Pariaman Targetkan 95 Persen Penggunaan Transaksi Digital Walikota Pariaman Genius Umar (Foto: Peri Musliadi/Covesia)

Covesia.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), menarget di kota tersebut penggunaan transaksi digitalisasi bisa mencapai 95 persen. 

Hal itu disampaikan oleh Walikota Pariaman, Genius Umar dalam rapat koordinasi tentang Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), dengan kantor perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Bank Nagari Pariaman dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) kota tersebut pada Kamis (4/3/2021).

"Bahkan kalau bisa 100 persen menggunakan transaksi digitalisasi di Kota Pariaman," sebut Genius. 

Lanjut Genius, terkait transaksi digitalisasi ini, pihaknya ingin Kota Pariaman menjadi contoh Nasional dalam hal tersebut. 

"Kami akan lakukan revolusi secara cepat untuk melakukan perobahan ini," ujarnya.

Genius juga mengharapkan bimbingan tentang bagaimana caranya melakukan hal seperti itu dari pihak Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, sehingga transaksi elektronik ini bisa terwujud semuanya.

"Sehingga bisa melakukan percepatan dalam melakukan perobahan dari transaksi manual ke transaksi digitalisasi," ungkapnya. 

Sebelumnya, Pemkot Pariaman, terapkan transaksi berbasis elektronik dalam rangka pengurangan penggunaan uang kertas. 

Transaksi elektronik ini jawaban yang harus dilakukan, apalagi saat masa pandemi Covid-19 masih mewabah.

Genius menyebutkan, terkait transaksi berbasis elektronik tersebut, untuk Kota Pariaman adalah daerah pertama di Sumbar yang menerapkan Sistem Transaksi Pembayaran melalui Layanan Scan Quick Response Indonesian Standar (QRIS).

"Program pertama telah kami lakukan di Pasar Kuraitaji, Los Lambuang Kuraitaji, Pedagang UMKM yang ada di Pantai Kata, Pantai Gandoriah, dan Talao Pauah. Ini juga merupakan binaan dari Bank Nagari dan BI," ungkapnya. 

Kemudian Genius mengatakan, dari segi daerah, untuk pembayaran APBD kepada OPD terkait semuanya, telah mulai menggunakan transaksi secara digitalisasi dengan pembayaran di atas Rp.1.500.000.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga