PN Payakumbuh Eksekusi Empat Bangunan di Atas Tanah Sengketa Adat

PN Payakumbuh Eksekusi Empat Bangunan di Atas Tanah Sengketa Adat Pengadilan Negeri Payakumbuh mengeksekusi empat bangunan permanen di atas tanah sengketa Adat di Jorong Balai Gadang Bawah, Nagari Mungo, Kecamatan Muak, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (3/3/2021)(Foto: Angga)

Covesia.com - Pengadilan Negeri Payakumbuh mengeksekusi empat bangunan permanen di atas tanah sengketa Adat di Jorong Balai Gadang Bawah, Nagari Mungo, Kecamatan Muak, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (3/3/2021). Eksekusi ini merupakan delegasi dari Pengadilan Negeri Tanjung Pati kepada Pengadilan Negeri Payakumbuh. 

Eksekusi dilakukan dengan pengawalan puluhan personil Polres Payakumbuh. Proses eksekusi berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari pemilik bangunan.

Humas Pengadilan Negeri Payakumbuh, Alfin Irfanda menyebutkan pihaknya mengeksekusi empat bangunan di Nagari Mungo ini setelah mendapatkan delegasi dari Pengadilan Negeri Tanjung Pati tanggal 15 Juni 2020 sesuai penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Pati Nomor 1/Pen.Eks/2020/PN Tjp.

"Proses sidang sengketa tanah ini berlangsung di Pengadilan Negeri Tanjung Pati. Hanya saja untuk mengeluarkan penetapan kepada jurusita didelegasikan kepada kami. Karena Nagari Mungo masuk dalam wilayah hukum PN Payakumbuh," sebut Alfin kepada covesia.com. 

Eksekusi dimulai setelah petugas jurusita membacakan putusan pengadilan di lokasi perkara sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian satu alat berat tampak merobohkan bangunan yang masuk dalam objek sengketa.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyebutkan eksekusi ini dikarenakan ada sengketa tanah harta Pusako tinggi antara Kaum Rajo Mangkuto Nan Ratiah dengan Dt Marajo Basa Nan Gamuak. Sengketa ini sudah berlangsung sejak tahun 2017. Akibatnya 4 rumah yang diisi oleh 4 KK harus dirobohkan. 

"Ini sengketa tanah adat antar kaum. Sudah sejak 2017 berlangsung. Kemudian Pengadilan memenangkan Kaum Rajo Mangkuto Nan Ratiah. Jadinya akibat sengketa ini empat KK kehilangan rumah," ucapnya.

Sampai berita ini diturunkan, proses eksekusi masih berlangsung dengan pengawalan pihak kepolisian.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga