Jazzindo Et Al New Year`s Concert, Memahami Indonesia di Belanda

Jazzindo Et Al New Years Concert Memahami Indonesia di Belanda Foto: KBRI Denhaag

Covesia.com - KBRI Denhaag mengadakan konser musik jazz bertema "Jazzindo Et Al New Year`s Concert", menampilkan penyanyi Harry Mantong, diiringi Potatone Band serta penyanyi Belanda, Mick Woearbanaran dan Justine Pelmelay. Konser musik jazz itu diadakan di Ruang Davis Cup - Event Plaza, di Rijswijk, Belanda, Rabu 10/1/2018) malam.

Dubes RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, mengatakan musik adalah bahasa universal. "Dengan musik, kita dapat berkomunikasi melintasi batas-batas budaya dan bahasa," ucapnya.

Konser Jazzindo Et Al New Year`s diadakan KBRI Den Haag bertujuan mendorong peningkatan pemahaman tentang Indonesia, khususnya melalui musik modern, sekaligus menampilkan bakat warga Indonesia maupun diaspora yang ada di negeri itu.

Para penonton yang sebagian besar warga Belanda meskipun tidak memahami lirik lagu "Inikah Cinta" ditampilkan Harry Mantong, dengan diiringi Potatone Band mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah.

Harry Mantong, yang tahun 2005 berhasil menembus lima besar ajang pencarian bakat Indonesian Idol, turut meramaikan acara Jazzindo Et Al New Year`s Concert dengan diiringi Potatone Band, yang beranggotakan para mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Belanda.

Selain Harry dan Potatone Band, konser musik jazz juga menampilkan kelompok musik dari Belanda beraliran jazz/world music, Boi Akih, serta penyanyi Belanda lainnya, Mick Woearbanaran dan Justine Pelmelay.

Penonton juga dihibur dengan penampilan duo Boi Akih, kelompok musik berbasis di Amsterdam, yang memadukan musik tradisional Kepulauan Maluku, Bali, jaz Belanda (Eropa), musik improvisasi, musik India klasik dan musik tradisional Afrika. Gitaris Niels Brouwer dan vokalis Monica Akihary mempersembahkan sejumlah tembang, di antaranya Mental Voyage dan When Evening Falls. Monica Akihary juga menyanyikan lagu berbahasa Haruku, bahasa ibunya yang berasal dari Pulau Haruku di Maluku Tengah.

Harry Mantong bersama Potatone Band tampil setelah Duo Boi Akih, membawakan lagu-lagu Indonesia dan Barat berirama jaz-pop, seperti lagu Inikah Cinta, Tersiksa Lagi dari Utha Likumahua (alm.), dan You are my everything milik penyanyi Indonesia, Glenn Fredly.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Denhaag, Bambang Hari Wibisono ikut menyumbangkan lagu Widuri. Sedangkan anggota Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda menampilkan lagu, "Terlalu Manis" dari band rock Indonesia, Slank. Sambil menikmati makan malam, para tamu dihibur penampilan Nilam Sari, diaspora Indonesia.

Sebagai puncak acara, penyanyi Belanda Justine Pelmelay, membawakan sejumlah lagu Bahasa Indonesia dan Inggris. Justine membuat suasana malam makin meriah dengan mengajak para hadirin menarikan poco-poco bersama, hingga acara Jazzindo Et Al New Year`s Concert ditutup pukul 21.30 waktu setempat.

 Acara yang dihadiri sekitar 350 undangan, terdiri atas mitra kerja KBRI di Belanda, kalangan diplomatik dan pers Belanda, diaspora Indonesia di Belanda serta pelajar dan mahasiswa Indonesia di negara itu, sekaligus melepas tiga pejabat KBRI Den Haag yang mengakhiri masa tugasnya, Minister Counsellor Fungsi Ekonomi, Andrei T. Marentek, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Bambang Hari Wibisono dan Atase Polisi, Yuda Gustawan.

(sea/ant)