MUI Tegaskan LGBT Tidak Boleh Berada di Sumbar

MUI Tegaskan LGBT Tidak Boleh Berada di Sumbar Ilustrasi (aarp.org)

Covesia.com  - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat tegaskan bahwa prilaku menyimpang lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT) tidak boleh berada di Sumbar karena bertentangan dengan norma agama dan adat istiadat yang berlaku.

"Tiga tahun yang lalu MUI Sumbar sudah mengingatkan mayarakat dan pemerintah terhadap bahaya prilaku menyimpang tersebut serta memeranginya. Begitu juga di tahun 2016  MUI Sumbar  telah melakukan  muzhakarah ulama tenatang krisis moral saat ini dan fungsi ulama ditengah tengah masyarakat,"Ungkap Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, Jumat, (12/1/2018).

Selain itu, ia menegaskan perlu aksi nyata oleh pemerintah dan masyarakat terkait penyebaran prilaku LGBT di Sumbar. Kemudian beberapa jamaah mengungkapkan kekesalannya karena pemberitaan LGBT diberbagai media di Sumbar.

"Saya tegaskan kenapa mesti malu dengan tingginya jumlah LGBT di Sumbar, dan yang harus kita lakukan adalah menjaga generasi muda yang menjadi tujuan utama agen LGBT tersebut, selain itu Sumbar harus menyatakan sikap untuk menolak LGBT ," ujarnya. 

Sementara itu, kemarin Pemprov Sumbar telah memfasilitasi pertemuan dengan pejabat terkait di Sumbar untuk membahas pencegahan dan pemberantasan LGBT di Sumbar.

"Dalam pertemuan kemarin yang menarik adanya diskusi yang mengarahkan pembuatan perda yang menjadi dasar bagi seluruh OPD yang menjadi landasan hukum untuk melakukan aksi apakah berupa konseling, penindakan, dan pemberantasannya. Kemudian harus ada juga tim dari unsur agama, adat, bundo kanduang, politisi yang pada akirnya akan kita deklarasikan secara bersama sama,"Ungkap salah seorang   anghota DPRD, Hidayat.

(dil/adi)