Lamang Tapai, si Hitam Manis dari Sumbar

Lamang Tapai si Hitam Manis dari Sumbar Lamang Tapai. (Muhammad Fitrah/covesia)

Covesia.com - Berbicara tentang Sumatera Barat, kurang lengkap rasanya kalau tidak membahas tentang kulinernya. Ya, Ranah Minang ini sangat tersohor dengan masyarakatnya yang terampil dalam mengolah bahan makanan.

Bahkan stasiun televisi CNN menobatkan rendang sebagai deretan teratas World's 50 Most delicious Foods.

Tidak hanya makanan berat seperti rendang dan dendeng balado, Sumatera Barat juga memiliki aneka kuliner pencuci mulut yang tidak kalah nikmatnya. Salah satunya lamang tapai (lemang tape).

Lamang tapai ini terdiri dari dua jenis makanan yakni lamang (lemang) dan tapai (tape).

Lamang terbuat dari beras ketan putih dimasak dengan santan kelapa menggunakan bambu lalu dibakar.

Dalam pembuatan lamang, membutuhkan seruas bambu yang biasa disebut dengan talang yang dilapisi daun pisang. Sebelum dimasukan ke dalam bambu, beras ketan dicuci terlebih dahulu. Lalu di campur dengan santan kelapa dan dibakar dengan bara api. Proses pembakaran ini membutuhkan waktu lebih kurang 4 jam.

Sedangkan tapai terbuat dari ketan hitam, kalau di Padang disebut dengan "puluik", yang difermentasi dengan ragi. Proses fermentasi ini berlangsung selama 3 hari 2 malam.

Pembuatannya yang sulit akan terbayar oleh rasanya yang unik dan mampu menggoyang lidah penikmatnya.

Panganan hitam manis sedikit beralkohol ini sangat mudah ditemui di pasar-pasar tradisional di Sumatra Barat, seperti di Pasar Raya Padang, Pasar Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh. Hampir di semua pasar di Sumatera Barat, lamang tapai mudah dijumpai.

"Banyak yang beli, dalam sehari itu dapat menjual 10 batang lamang," kata Linda kepada covesia, Sabtu (22/11/2014).

Untuk satu porsi lamang tapai, anda hanya perlu merogoh kocek sejumlah Rp.5000.

Di Ranah Minang kuliner ini menjadi menu wajib yang harus ada dalam sejumlah upacara-upacara adat seperti acara pernikahan dan peringatan kematian.

Selain itu sangat mudah ditemukan pada bulan Ramadhan, hari Lebaran dan Maulid Nabi.

Jika anda berkunjung ke Sumatra Barat jangan lupa untuk mencicipi cita rasa unik dari lamang tapai ini. Pasti anda akan ketagihan untuk tambah lagi. (utr/gyi)