Nekad
Sejumlah remaja tengah asik menikmati Landscape dan swafoto dari atas jembatan Kereta Api di kawasan Lembah Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat, Minggu 8 Januari 2017 tanpa mengabaikan faktor keselamatan. Minimnya pengawasan dari pemerintah setempat, membuat sejumlah remaja menjadikan kawasan itu sebagai objek wisata dadakan. Untuk menghindari adanya korban jiwa, diharapkan pihak terkait segera membuat himbauan atau aturan tegas yang melarang aktifitas tersebut. (Covesia Foto/Andri Mardiansyah/17)

Nekad

Senin, 08-01-2017 | 10:42 WIB | 6 foto

Puluhan remaja nekad berdiri diatas jembatan Kereta Api di kawasan Lembah Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat, hanya sekedar untuk Swafoto atau lazim dikenal dengan istilah selfie tanpa mengabaikan keselamatan diri. Saat ini diketahui jika jembatan kereta api yang memiliki panjang bentangan jembatan sekitar 150 meter dan tinggi kisaran 40 meter tersebut merupakan jembatan kereta api yang menghubungkan antara kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, hingga ke Sawahlunto sudah tidak berfungsi lagi. Minimnya pengawasan dari pemerintah setempat, membuat sejumlah remaja menjadikan kawasan itu sebagai objek wisata dadakan. Untuk menghindari adanya korban jiwa, diharapkan pihak terkait segera membuat himbauan atau aturan tegas yang melarang aktifitas tersebut. Karena disamping sudah berumur, jembatan kereta api itu juga dibangun tanpa dinding pembatas. Foto diambil Minggu 8 Januari 2017. Teks Dan Foto/Andri Mardiansyah/17

Video Online Covesia.com Warna-warni Indonesia

KOMENTAR

Galeri Foto lainnya

Senin, 2016-10-17 | 5 foto
Tradisi Hoyak Tabuik
Rabu, 2016-07-13 | 6 foto
Kilas Balik Kunjungan Jokowi Di Sumbar
Senin, 2016-06-13 | 6 foto
Evakuasi Harimau Sumatera
Rabu, 2016-04-20 | 6 foto
Bocah Pengidap Labioskizis Encepharocele
Senin, 2016-04-18 | 6 foto
Rangkaian Kegiatan MNEK 2016

Quote Hari Ini

"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku. Sebagai prasasti terima kasihku. Tuk pengabdianmu"

Sartono

Warna-warni Kuliner Indonesia
Website Monitoring