TKI Jepara Disiksa Majikan di Malaysia

Trio Jenifran | Sabtu, 08-11-2014 | 20:43 WIB

Jepara - Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Suliati (39), asal Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendapat siksaan dari majikannya, sehingga tidak bisa pulang ke Tanah Air.

Menurut adik Suliati, Sugiarto, kakaknya selama lima tahun lebih tidak pernah menerima gaji. Ia pun sering mengalami kekerasan fisik, baik oleh majikan maupun penyalur tenaga kerja.

Bahkan, lanjut dia, Suliati juga hampir mengalami kekerasan seksual dari anak majikannya di Malaysia, beruntung bisa menyelamatkan diri.

Selama bekerja di Malaysia, kata dia, kakaknya baru bisa berkomunikasi dengan keluarga di Jepara enam bulan terakhir.

Pasalnya, selama bekerja selalu berada dalam pengawasan penyalur TKI sehingga sulit menyampaikan kabar dirinya di Malaysia.

Sejak bekerja di Malaysia pada tahun 2009, kata dia, Suliati berganti majikan hingga tiga kali karena selalu mendapat perlakuan kasar dari majikan serta penyalur TKI.

"Dia sempat kabur dan ditolong oleh seseorang, kemudian dipekerjakan kembali," ujarnya, Sabtu (8/11/2014). Hanya saja, perlakuan tidak manusiawi kembali dialami dan hingga kini belum juga mendapatkan gaji sepeserpun.

Dalam kondisi tertekan dan tidak mendapatkan gaji, akhirnya kakaknya bisa membeli telepon seluler dan bisa berkomunikasi dengan keluarga.

Untuk menyampaikan nomor teleponnya itu ke keluarganya di Jepara, harus bersusah payah mendapatkan TKI untuk minta bantuan mengirimkan surat yang berisi nomor teleponnya itu.

Akhirnya, perjuangannya mendapatkan hasil setelah bertemu dengan warga Cirebon untuk dimintai bantuannya menyampaikan nomor teleponnya kepada keluarganya di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara.

"Surat tertanggal Mei 2014 itu akhirnya bisa diterima keluarga di Jepara," ujarnya.

Lewat komunikasi tersebut, kakaknya berharap bisa pulang ke Tanah Air karena selain perlakuan tidak manusiawi paspornya juga ditahan penyalur TKI.

"Lewat pesan singkat telepon seluler dia juga berharap Presiden Joko Widodo bisa membantu pemulangannya ke Tanah Air dalam kondisi hidup ataupun mati," ujarnya.

Keluarga di Jepara, sudah berupaya lewat pengaduannya ke Polres Jepara.

"Laporan kami memang diterima Polres Jepara, namun mereka mengaku tidak memiliki kapasitas untuk mengatasi kejahatan lintas negara. Kepolisian mencoba minta bantuan Mabes Polri," ujarnya.

Terkait laporannya ke Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Jepara, hingga kini belum dilakukan.

Orang tua Suliati, Sarkijah (59) menambahkan, keinginan agar dia pulang juga disampaikan anaknya, Ngatminah (15).

"Kami sekeluarga berharap dia bisa pulang dengan selamat, terlebih anaknya yang sangat menantikan kepulangannya," ujarnya.

Ia juga berharap, pemerintah bisa membantu mengupayakan kepulangannya ke Jepara. (ant/rio)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Kriminal

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring