2015, Kemenkes Akan Teliti Ribuan Nyamuk dan Kelelawar

Marjeni Rokcalva | Sabtu, 08-11-2014 | 12:13 WIB

Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2015 mendatang berencanakan akan melakukan Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikus Vektora). "Dalam riset selama tiga tahun itu, Balitbangkes akan mengumpulkan 305 ribu spesimen nyamuk, 42 ribu spesimen tikus dan 24 ribu spesimen kelelawar,"kata Prof. Tjandra Yoga Aditama, Kepala Balitbangkes Kemenkes di Jakarta, Sabtu (8/11/2014).

Riset khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora), kata Prof. Tjandra, dimaksudkan untuk mengetahui pola jenis vektor dan reservoir penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk, tikus, dan kelelawar di Indonesia. "Uji coba lapangan sudah dilakukan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang berlangsung sampai 31 Oktober 2014," ungkap Tjandra.

Menurut Prof. Tjandra, pada tahun 2014 ini Badan Litbangkes sudah menyelesaikan Studi Diet Total (SDT) berupa survei konsumsi makanan individu (SKMI) di 33 provinsi, 490 Kabupaten/Kota dengan jumlah sampel sebanyak 2.080 blok sensus, 52.000 rumah tangga dan 162.045 individu. Survei ini melibatkan 2.780 orang tenaga pengumpul data. Manfaat dari SDT, lanjut Tjandra, adalah mengukur asupan gizi dan keamanan makanan. Ia menyebutkan, pada Oktober 2014 juga sudah dilakukan uji coba analisis cemaran kimia makanan (ACKM) di DI Yogyakarta.

Simposium Regional

Pada kesempatan, Prof. Tjandra Yoga Aditama juga mengemukakan, bahwa Balitbangkes Kemenkes akan menyelenggarakan Simposium Regional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Regional Asia Pasifik Ke-2 Tahun 2014, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 17-20 November 2014. "Acara Simposium Regional tersebut akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM(K), dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan WHO Indonesia dan para pakar ahli sistem jaminan kesehatan dan asuransi dari Korea, Thailand, Philipina, Australia, Oman dan Arab Saudi," tambah Prof. Tjandra sebagaimana ditulis setkab.go.id dilansir covesia.com.

Sementara dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-50 (HKN Emas), menurut Prof. Tjandra, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan juga menyelenggarakan Open House Museum Kesehatan (Wisata Ilmiah Kesehatan) di 4 (empat) Museum Kesehatan, yaitu Museum Kesehatan dr. Adhyatma, MPH Surabaya, Dunia Vektor B2P2VRP Salatiga, Museum Nyamuk Loka Litbang P2B2 Ciamis, dan Museum B2P2TOOT Tawangmangu. (cal)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Sinabung

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun LinkedIn Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring