Perusahaan Swasta Jakarta Rekrut 96 Penyandang Disabilitas

Trio Jenifran | Jumat, 07-11-2014 | 18:19 WIB

Jakarta - Pandangan selama ini yang menganggap penyandang disabilitas tidak bisa bekerja, keliru. Lantaran penyandang cacat tetap tersebut justru dinilai bisa bekerja maksimal, karena fokus. Hal itu diungkapkan Direktur Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan Kementerian Sosial (Kemensos) Nahar. Menurutnya, sejumlah pemilik perusahaan swasta di DKI Jakarta pada Januari-Oktober 2014 mempekerjakan sebanyak 96 penyandang disabilitas.

"Cukup banyak pemilik perusahaan menyadari bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan bekerja yang cukup baik. Mereka sumber daya manusia yang handal setelah mendapat pelatihan di panti sosial," katanya di Kantor Kemensos, Jumat (7/11/2014). Dia mengemukakan tahun 1997-2014 sekitar 400 pemilik perusahaan mempekerjakan penyandang disabilitas. Mereka merekrut penyandang disabilitas dari panti sosial.

"Pandangan orang selama ini salah. Mereka justru fokus sehingga bisa bekerja maksimal," ujarnya. Nahar mengatakan beberapa panti sosial bekerja sama dengan sejumlah perusahaan. Kerja sama itu dibangun agar penyandang disabilitas yang memiliki ketrampilan dapat bekerja. Strategi panti sosial seperti ini membantu pemerintah dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Namun tidak semua daerah memiliki panti sosial dan tenaga pengajar yang berkualitas. "Panti sosial seperti ini seharusnya dibangun di seluruh daerah-daerah, sehingga penyandang disabilitas mendapat perhatian dan ketrampilan," katanya.

Permasalahan lainnya, menurut dia, banyak pihak perusahaan mengabaikan penyandang disabilitas. Mereka menganggap penyandang disabilitas menjadi beban jika dipekerjakan di perusahaannya. "Sekali lagi saya katakan pandangan itu salah. Penyandang disabilitas itu bisa kerja lebih baik dibanding orang normal," ujarnya.

Berdasarkan UU Nomor 7/1997 tentang Penyandang Cacat menegaskan 100 orang karyawan di perusahaan, satu di antaranya harus penyandang cacat. Bila ketentuan itu dilanggar dapat diancam pidana kurungan selama-lamanya enam bulan dan atau denda setinggi-tingginya Rp200 juta. "Ketentuan ini diabaikan oleh pihak perusahaan. Kami akan terus menyosialisasikannya," katanya. (ant/rio)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Video Klip 'Mercusuar' Kunto Aji Sudah Dirilis

Video Klip 'Mercusuar' Kunto Aji Sudah Dirilis

Covesia.com - Single "Mercusuar" dari Kunto AJi yang diluncurkan pada Februari silam kini hadir dalam visualisasi video klip yang digarap Yandy...

Ikuti Akun LinkedIn Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring