Angka Kematian Balita Akibat Pneumonia Masih Tinggi

Trio Jenifran | Jumat, 07-11-2014 | 17:43 WIB

Bali - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya deteksi dini penyakit pneumonia pada anak usia bawah lima tahun (balita). Sebab, kematian akibat penyakit infeksi yang menyerang paru-paru tersebut masih tinggi.

"Jumlah penderita pneumonia pada balita jika dilihat dari hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) dari 2007-2013 meningkat, dan yang mengkhawatirkan adalah angka kematiannya cukup tinggi," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Pusat, Aman Bhakti Pulungan, di sela-sela Jalan Sehat serangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Provinsi Bali, di Denpasar, Jumat (7/11/2014).

Menurut dia, data penderita pneumonia berdasarkan Riskesdas tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan data riilnya. Lantaran banyak kasus yang tidak dilaporkan. Secara nasional, ujar Aman, jumlah penderita pneumonia yang terdiagnosis tenaga dinas kesehatan sebanyak 1,6 persen. Tapi, diagnosis dan gejala klinis dokter itu jumlahnya mencapai 4,6 persen dengan kasus tertinggi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Khusus untuk Bali, meskipun prevalensinya kecil, namun angka kematiannya juga cukup tinggi.

"Melalui kegiatan seperti ini sebetulnya kami ingin kembali menyadarkan pemerintah, para dokter, pemangku kepentingan terkait dan seluruh masyarakat bahwa pneumonia itu ada. Akan sangat baik kalau bisa dilakukan deteksi dini, terapi dini, bahkan jika mungkin bisa dicegah," ucapnya.

Aman menambahkan, kematian balita akibat pneumonia bukan karena tidak adanya fasilitas kesehatan, namun seringkali akibat keterlambatan penanganan. Karena itu, deteksi dini, pengobatan dini, terapi dini dan pencegahan melalui pola hidup sehat dan asupan gizi serta pemberian imunisasi sangat penting.

Ia mengatakan, penyakit dengan ciri-ciri batuk, pilek, dan sesak nafas itu dapat terjadi ketika bayi tidak diberikan ASI yang cukup, makanan tidak seimbang, tidak diimunisasi dan tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). "Penyakit ini jika dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi dan kalau masuk otak bisa timbul meningitis. Karena itu, harus diberikan penanganan yang tepat dengan antibiotik untuk menghilangkan kuman pada paru-parunya barulah dilanjutkan dengan terapi penyakit lainnya," katanya. (ant/rio)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Covesia.com - Lebih dari sepekan mengaku kelelahan karena "krisis spiritual", rapper Kanye West masih terbaring di sebuah rumah sakit di Los Angeles...

Ikuti Akun LinkedIn Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring