Wakil Ketua DPR: Pengosongan Kolom Agama KTP Bisa jadi Sumber Masalah

Alif Ahmad | Jumat, 07-11-2014 | 17:56 WIB

Jakarta - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai bahwa wacana pengosongan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk berpotensi menjadi sumber masalah.

"Identitas agama setiap orang sangat penting dalam mengatur proses kehidupan, seperti pernikahan, tata cara bergaul, dan urusan kematian. Ini bisa jadi sumber konflik," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Kritikan juga dilontarkan Sekretaris Fraksi PPP DPR, Arwani Thomafi, yang menilai bahwa pengosongan kolom agama bisa ditafsirkan bila orang tersebut tidak beragama. Hal ini, tentu bertentangan dengan sila pertama Pancasila.

Dia menyatakan, akan lebih baik bila pemerintah segera mengatur dasar hukum adanya identitas agama seseorang pada dokumen kependudukan, terutama bagi mereka yang faktanya menganut agama di luar agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

"Kolom agama dalam dokumen kependudukan adalah penting. Ini untuk menunjukkan bahwa negara kita bukan negara sekuler. Sekalipun juga bukan negara agama," tegasnya.

Arwani mengatakan, pencantuman agama dalam kolom KTP amat penting untuk kepentingan warga negara itu sendiri, terutama menghindari persoalan yang mungkin muncul dalam hal perkawinan, hak asuh anak, dan lain lain. (ant/lif)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Kolom Agama KTP

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Covesia.com - Vocalis Rolling Stones, Mick Jagger, kembali jadi ayah untuk kedelapan kalinya, Kamis waktu setempat, ketika pacarnya penari balet...

Ikuti Akun Flickr Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring