Komisaris BCA Yakin Terget Pertumbuhan Ekonomi 2015 Terlampaui

Marjeni Rokcalva | Jumat, 07-11-2014 | 16:41 WIB

Yogyakarta - Komisaris PT. Bank Central Asia (BCA) Cyrillius Harinowo mengaku optimistis target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam APBN 2015 sebesar 5,8 persen dapat terlampaui, didorong oleh mulai terbangunnya konektivitas dan membaiknya kinerja industri. "Saya malah yakin 5,8 persen dapat terlampaui, atau malah sampai 6 persen," kata dia dalam diskusi "2015 Economy Outlook" di Yogyakarta, Jumat (7/11/2014).

Menurut Cyrillius, proyek tol laut Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebenarya sudah dimulai dengan konsep Pendulum Nusantara akan memberikan dampak signifikan untuk penurunan biaya logistik. "Sekarang kita masih perlu biaya logistik 2000 dollar AS dari Priuk ke Sorong. Itu biaya pengiriman akan turun signifikan dengan Pendulum," ujarnya.

Dengan begitu, ujar dia, diharapkan harga barang, terutama bahan pokok, akan lebih murah, dan mengakibatkan meningkatnya daya konsumsi masyarakat. Cyrillius menuturkan pengembangan konektivitas juga tentunya akan meningkatkan kinerja industri, sehingga diharapkan dapat memulihkan kinerja ekspor.

Di sisi lain, meskipun sektor manufaktur masih tampak lesu, Cyrillius meyakini kinerja beberapa sektor industri pada 2015 akan mengkilap, didorong oleh lahirnya berbagai industri penunjang, selain pengembangan infrastruktur dan padatnya investasi. "Kita dapat mengurangi impor bahan baku secepatnya. Dan sekarang juga perbankan terus giatkan sektor industri untuk substitusi impor," ujar dia.

Kepercayaan investor terhadap pemerintah juga, ujar dia, akan menggenjot investasi langsung ke sektor rill, sehingga memudahkan pelaku industri untuk ekspansif. Menurut dia, sektor industri otomotif adalah sektor yang paling prospektif, dengan perkiraan pertumbuhan penjualan mobil dapat mencapai dua hingga tiga juta unit dalam beberapa tahun ke depan. "Saya perkirakan kita akan menjadi raksasa Asia di otomotif," ujar dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan mobil tercatat di level 1,2 juta unit. Cyrillius memperkirakan, investasi juga akan mendorong kinerja industri strategis seperti industri kedirgantaraan, dan industri untuk teknologi dan informasi. "Kita saat ini sedang siapkan pesawat N 219 dan R 80. Itu akan menjadi kebanggaan kita. Selain itu, LAPAN dan PINDAD juga mulai mengembangkan industri roket," ujarnya. (ant/cal)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Covesia.com - Vocalis Rolling Stones, Mick Jagger, kembali jadi ayah untuk kedelapan kalinya, Kamis waktu setempat, ketika pacarnya penari balet...

Ikuti Akun Facebook Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring