Tiga Halte Transjakarta akan Terintegrasi Stasiun KA

M. Sjahbana Sjams | Jumat, 07-11-2014 | 15:35 WIB

Jakarta - Untuk lebih mempermudah mobilitas penumpang, tiga halte Bus Transjakarta akan terintegrasi dengan stasiun kereta api mulai 2015 mendatang.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Antonius Kosasih dalam dialog yang bertajuk "Saatnya Pemerintah Mendengar Publik untuk Pembangunan Insfrastruktur Transportasi" di Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Dia menyebutkan halte yang akan terintegrasi, yakni Halte Juanda dengan Stasiun Kereta Api Juanda, Halte Dukuh Atas dengan Stasiun Sudirman dan Halte Cawang dengan Stasiun Cawang. "Kita sedang buat sekarang karena itu harus memotong ke dalam stasiun, kita kerja sama dengan KAI dalam hal ini," katanya.

Kosasih mengaku meniru konsep di Guangzhou, Tiongkok untuk mengintegrasikan kedua moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat itu.

Nilai investasi untuk satu pembangunan halte terintegrasi ini katanya, hingga Rp6 miliar. Pembiayaannya murni dari Transjakarta, sementara KAI hanya memfasilitasi soal izin. "Satu halte itu sekitar Rp2-3 miliar, tapi untuk halte yang naik ke atas, seperti Juanda bisa Rp5-6 miliar," katanya.

Dia menjelaskan penumpang kereta api atau kereta "commuter line" tidak perlu lagi menggunakan moda transportasi ojek atau taksi untuk pergi ke tempat tujuan. Selain itu, dengan menggunakan tiket elektronik (e-ticket), penumpang bisa menggunakan satu kartu tiket tersebut untuk dua moda, yakni kereta api dan transjakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Humas PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Khairunnisa mengatakan pengintegrasian kedua moda tersebut merupakan salah satu peningkatan pelayanan terhadap pelanggan.

"Pelanggan bisa menjangkau busway (bus Transjakarta) dengan mudah, ini merupakan peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa sektor transportasi publik," katanya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Sugiharjo mendukung upaya pengintegrasian stasiun dah halte karena merupakan bagian dari restrukturisasi transportasi.

"Kenapa ojek banyak sekali, karena untuk menyambung dari stasiun ke tempat tujuan, kita masih butuh moda transportasi lagi. Jarak antara halte ke stasiun atau sebaliknya itu tidak dalam toleransi untuk jalan kaki," katanya.

Dia mencotohkan seperti di Brisbane stasiun KA yang terintegrasi dengan terminal Bus. Di dalam negeri sendiri, di antaranya dermaga bus air -halte trans, rambu petunjuk arah dari halte integrasi Palembang dan rambu petunjuk arah di kawasan Bandara Adisucipto-Yogyakartanext

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring