Apakah Normal Orang Dewasa Masih Suka Main Boneka?

Ila Sean | Senin, 02-10-2017 | 10:14 WIB
Apakah Normal Orang Dewasa Masih Suka Main Boneka?
Pixabay

Covesia.com -Bermain boneka mengajarkan anak memiliki rasa tanggung jawab, menjaganya agar tetap bersih dan terawat, tidak rusak, bahkan hingga memakaikan baju dan memberinya "makan".

Tapi, lambat laun seiring tumbuh kembangnya, anak mungkin mulai meninggalkan boneka kesayangannya dan beralih ke hal-hal yang lebih "dewasa", seperti makeup, bermain bersama teman sekolah, mulai suka dengan lawan jenis, dan lainnya.

Bagi anak remaja, boneka mungkin hanya kenangan masa kecilnya. Adapun beberapa boneka tertentu yang masih ia simpan karena memang boneka kesukaannya atau karena dihadiahkan oleh temannya atau orang terdekatnya.

Sementara, bagaimana dengan orang dewasa yang masih suka boneka? Beberapa wanita dewasa mungkin ada yang masih menyimpan boneka. Main boneka saat dewasa mungkin dapat mengingatkannya pada masa kecilnya yang indah. Sehingga, ia ingin menyimpan kenangannya tersebut.

Lalu, apa normal jika masih main boneka saat dewasa?

Anda masih bisa bermain dengan boneka sampai usia berapa pun, tidak ada larangan. Normal jika anda sebagai orang dewasa masih menyimpan atau malah membeli boneka baru.

Tidak ada yang salah dengan ini. Juga, tidak ada yang salah jika anda masih bermain dengan boneka, walaupun anda sudah dewasa, dikutip covesia dari laman hellosehat.

Namun, hal ini juga bisa menjadi masalah jika boneka sudah menjadi fokus utama dalam kehidupan anda. Misalnya, anda harus membawa boneka anda ke mana-mana, jika tidak maka dapat mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Jika sudah begitu, maka bisa timbul masalah kesehatan mental.

Bermain dengan boneka juga bisa menjadi perhatian kesehatan mental jika membuat fantasi anda di masa kecil masih terbawa sampai anda dewasa.

Dalam perkembangan mental yang sehat, fantasi anak yang ada di masa kecil bisa dibawa sampai dewasa, tapi berubah menjadi sesuatu hal atau minat yang disesuaikan dengan kehidupan dewasa, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Joseph M. Carver, Ph. D kepada Ask the Psychologist. Misalnya, saat dulu anda suka mendandani boneka anda dengan berbagai baju, mungkin sekarang minat anda menjadi mendandani orang.

Namun, beberapa orang dewasa mungkin memilih untuk tidak lepas dari kehidupan di masa kecilnya. Hal ini membuat ada sedikit sifat kanak-kanak yang dipertahankan dalam dirinya. Tentunya, hal ini tidak baik mengingat seharusnya orang dewasa sudah mempunyai mental dan emosional yang matang dibandingkan anak kecilnext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Gaya Hidup

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Christian Sugiono Bagi Tips Bikin Video Online yang Ramah Ditonton

Christian Sugiono Bagi Tips Bikin Video Online yang Ramah Ditonton

Covesia.com - Aktor Christian Sugiono sejak 2012 lalu mendirikan media online yang menyajikan video selain artikel, MBDC.Lima tahun mengurus platform...

Ikuti Akun Pinterest Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring