Minim Jalur Darat, Petani di Daerah ini Gunakan 'Boat' Menuju Ladang Mereka

Primadoni | Jumat, 22-09-2017 | 16:24 WIB
Minim Jalur Darat, Petani di Daerah ini Gunakan 'Boat' Menuju Ladang Mereka
Minim Jalur Darat, Petani di Daerah ini Gunakan 'Boat' Menuju Ladang Mereka (Foto: Arif Purba/ Covesia)

Covesia.com - Transportasi merupakan satu hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari menunjang aktivitas sehari-hari hingga sebagai penghubung menuju daerah terisolir.

Mengingat Indonesia merupakan negara maritim dan kepulauan tentunya transportasi air tak bisa dilepaskan dari kehidupan. Seperti yang dilakukan petani di Desa Taratak Panas Pesisir Selatan Sumatera Barat ini.

Kampung yang termasuk dalam Kenagarian (Desa) Amping Parak ini merupakan daerah yang pekerjaan masyarakatnya adalah berladang dimana ladang mereka berada diperbukitan yang langsung berbatasan dengan laut. Sehingga kondisi ini memaksa mereka menggunakan boat atau sampan untuk menuju lokasi ladangnya.

Tak hanya itu, kondisi jalur darat yang minim juga memaksa masyarakat setempat untuk memanfaatkan moda transportasi air ini.

Fendri (26) seorang petani di daerha itu menyanpaikan kepada Covesia, Jumat (22/9/2017), biasanya masyarakat tempat lain pada umumnya memakai kendaraan roda dua untuk mencapai ladangnya. Berbeda dengan peladang di sini, selain melalui jalur darat, kami juga memanfaatkan jalur air untuk bisa mencapai ladang. Malahan lebih mudah lewat jalur air, ketimbang jalur darat yang jalannya sangat buruk dan becek jika musim hujan.

Selain itu, tempat pemberhentian boat dan sampan yang dipakai adalah sebuah bendungan yang cukup luas. Bendungan yang lumayan besar itu membuat debit air yang turun tidak terlalu deras, sehingga air yang disimpan tetap banyak. Dan itu bisa menjadi penolong untuk masyarakat yang menggunakan boat atau sampan untuk ke ladang.

"Sebagai wali kampung di Teratak Panas, saya sangat bangga melihat masyarakat yang mampu memanfaatkan kedua jalur tersebut untuk menjalani aktivitas sebagai peladang. Selain itu, alternatif ini juga bisa membantu mereka jika sewaktu-waktu jalan darat memang buruk sekali," kata Wali Nagari (kepala Desa) Taratak Panas, Eril (48).

Sebagian masyarakat yang membutuhkan jasa angkutan air ini, juga harus membayar kepada pemilik boat. Tentu transportasi ini masih milik pribadi.

"ongkos untuk mereka yang ingin menuju ke ladangnya tergantung pemilik boat, ada yang hanya membelikan minyak saja, ada juga yang membayar secara suka rela jika sama-sama pergi meladang." sambung Eril.

Reporter Pesisir Selatan: Arif Putra

(don/utr)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Nusantara

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Christian Sugiono Bagi Tips Bikin Video Online yang Ramah Ditonton

Christian Sugiono Bagi Tips Bikin Video Online yang Ramah Ditonton

Covesia.com - Aktor Christian Sugiono sejak 2012 lalu mendirikan media online yang menyajikan video selain artikel, MBDC.Lima tahun mengurus platform...

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring