Mengapa Meksiko Diluluhlantakan Gempa Dahsyat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Husni Afriadi | Kamis, 21-09-2017 | 10:38 WIB
Mengapa Meksiko Diluluhlantakan Gempa Dahsyat? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Beberapa bangunan tampak rata oleh gempa kuat di Mexico City pada 19 September 2017. Gempa dahsyat tersebut telah menewaskan lebih dari 200 orang. (Mario Vazquez/ AFP)

Covesia.com - Dua gempa bumi dahsyat dalam jangka 12 hari telah mengguncang Meksiko untuk meruntuhkan bangunan-bangunan, membuat orang-orang panik berlarian ke jalan, dan menewaskan ratusan orang yang tidak bisa menyelamatkan diri dari timbunan gedung-gedung ambruk.

Pada 7 September gempa dahsyat 8,1 magnitudo yang merupakan gempa terdahsyat yang menghajar Meksiko dalam seratus tahun terakhir itu mengguncang negeri itu untuk meluluhlantakkan bagian selatannya yang berdekatan dengan pusat gempa yang terletak di Samudera Pasifik.

Lalu Selasa 19 September gempa bumi 7,1 magnitudo yang berpusat di 100 mil dari tenggara Mexico City menciptakan kerusakan hebat di ibu kota Meksiko itu. Gempa itu terjadi bertepatan dengan peringatan gempa bumi 1985 yang menewaskan 10.000 orang di Meksiko.

Mengapa Meksiko terus diguncang gempa dahsyat?

Lokasi Meksiko membuatnya rentan diguncang gempa bumi dahsyat karena nagara ini berada di zona subduksi.

Zona subduksi adalah bagian Bumi di mana satu lempeng kerak bergeser pelan satu sama lain di bawahnya. Pada kasus Meksiko, sebuah lempeng Pasifik, yakni Cocos, perlahan-lahan bergerak di bawah lempeng benua Amerika Utara.

Dari waktu ke waktu, tekanan tercipta karena friksi antara lempeng satu dengan lempeng lainnya, dan pada satu tahap tertentu tegangan itu menjadi demikian besar sehingga melepaskan energi besar dalam bentuk gempa bumi.

Zona subduksi bertanggung jawab atas dua gempa bumi yang belakangan terjadi di sepanjang pantai barat Amerika Tengah, dari Meksiko Tengah sampai Panama, kata Gavin Hayes, pakar geofisika dari Survei Geologi AS (USGS).

Subduksi-subduksi lain ditemukan di seluruh dunia dan dipercaya sebagai pemicu gempa-gempa bumi paling dahsyat di dunia.

Kenyataannya, gempa bumi berkekuatan 9,0 magnitudo atau lebih tinggi lagi, hanya terjadi di zona subduksi itu, kata Hayes. Contoh-contohnya adalah gempa 9,1 magnitudo di Jepang pada 2011, gempa 9,1 magnitudo di Aceh pada 2004, gempa 9,2 magnitudo di Alaska pada 1964 dan gempa 9,5 magnitudo di Chile pada 1960.

Mengapa gempa di Meksiko tidak lebih kuat tapi dampaknya luar biasa merusakan?

Kedua gempa bumi yang mengguncang Meksiko bulan ini terjadi di dalam Lempeng Cocos yang tenggelam, ketimbang di antara Lempeng Cocos dan Lempeng Amerika Utara.

Seandainya dua gempa bumi itu terjadi di antara kedua lempeng tersebut, maka itu akan menghasilkan energi superdahsyat. Gempa bumi yang terjadi di perbatasan lempeng biasanya melibatkan patahan-patahan yang lebih besar dan untuk itu akan melepaskan energi yang lebih besar yang menciptakan guncangan pada wilayah yang lebih luas. Namun gempa-gempa itu biasanya terjadi sangat jauh dari permukaan, kata Hayesnext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Bencana

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Christian Sugiono Bagi Tips Bikin Video Online yang Ramah Ditonton

Christian Sugiono Bagi Tips Bikin Video Online yang Ramah Ditonton

Covesia.com - Aktor Christian Sugiono sejak 2012 lalu mendirikan media online yang menyajikan video selain artikel, MBDC.Lima tahun mengurus platform...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring