Sains

Apa yang terjadi dengan tubuh orang mati di laut?

| Jumat, 31-10-2014 | 23:43 WIB

Jakarta - Ketika tubuh orang mati terurai di laut, para peneliti hanya tahu sedikit tentang apa yang terjadi padanya. Untuk mengetahui itu, beberapa peneliti melakukan eksperimen yang tak biasa dengan menceburkan bangkai babi ke laut dan melihatnya dengan video.

Banyak dari tubuh manusia berakhir di laut, entah karena kecelakan, bunuh diri atau sengaja dibuang di sana, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi pada mereka, kata Gail Anderson, seorang etmologi forensik di Simon Fraser University di Kanada yang memimpin penelitian unik ini, seperti dilansir Antara, Jumat (31/10/2014).

Anderson dan timnya mendapat kesempatan untuk mencari tahu, menggunakan Victoria Experimental Network Under the Sea (VENUS), sebuah laboratorium bawah air yang mengizinkan para peneliti mengambil video dan pengukuran lain dengan internet.

"Babi adalah model terbaik untuk manusia," kata Anderson kepada Live Science.

Mereka memiliki ukuran yang pas dengan tubuh manusia, memiliki jenis bakteri usus yang sama, dan tidak memiliki banyak rambut, katanya.

Dalam penelitian yang diterbitkan 20 Oktober dalam jurnal PLOS ONE, Anderson dan timnya menggunakan kapal selam yang diopersasikan jarak jauh untuk menceburkan tiga bangkai babi ke dalam Saanich Inlet, dekat Vancouver Island, British Columbia, kedalaman 330 kaki (100 meter).

Para peneliti memonitor apa yang terjadi pada tubuh babi menggunakan kamera-kamera VENUS secara langsung, yang mereka bisa kontrol dari manapun dengan koneksi internet, dan sensor yang bisa mengukur kadar oksigen, temperatur, tekanan, kadar garam, dan faktor lainnya.

Pada akhir penelitian, peneliti mengumpulkan tulang untuk diteliti lebih jauh.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi binatang untuk menemukan babi-babi itu. Udang, kepiting, dan lobster mulai mengunyah bangkai tersebut.

Bahkan sebuah hiu datang untuk memakan salah satu dari bangkai babi.

Binatang-binatang itu memakan satu dari dua tubuh sampai ke tulang dalam waktu satu bulan, tetapi mereka butuh beberapa bulan untuk mengambil yang ketiga.

Tubuh yang ketiga butuh waktu lebih banyak karena kadar oksigen di dalam air, temu peneliti.

Saanich Inlet adalah lingkungan dengan oksigen rendah, dan tidak memiliki oksigen selama beberapa waktu dalam setahun, kata Anderson.

Ketika para peneliti menceburkan dua babi pertama ke dalam air, kadar oksigen hampir sama, tetapi ketika para peneliti menceburkan tubuh yang ketiga, kadar oksigennya lebih rendah.next

Komentar

Baca juga

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Covesia.com - Lebih dari sepekan mengaku kelelahan karena "krisis spiritual", rapper Kanye West masih terbaring di sebuah rumah sakit di Los Angeles...

Ikuti Akun Instagram Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring