Dua Warga Agam Terjerat Jaringan Terorisme, Kapolres Gencar Sosialisasi Bahaya Aliran Radikal

Primadoni | Jumat, 18-08-2017 | 21:22 WIB
Dua Warga Agam Terjerat Jaringan Terorisme, Kapolres Gencar Sosialisasi Bahaya Aliran Radikal
Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi SIK saat melakukan sosialisasi di slah satu Masjid yang ada di Lubuk Basung, Kabupaten Agam (Foto: Johan Utoyo)

Covesia.com - Polres Agam mengimbau masyarakat Agam untuk selalu waspada terhadap aliran radikal yang sedang meresahkan indonesia saat ini.

Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi SIK mengatakan, tanda-tanda radikalisme menurutnya antara lain, kelompok itu benci kepada pemerintahan Indonesia, serta berusaha menghancurkan negara kesatuan. "Kelompok tersebut salah mengartikan tentang jihad, mereka lebih mencintai anggota sealiran dari pada negara dan keluarga sendiri," ujarnya kepada covesia.com, Jum'at (18/8/2017).

Selain itu, Islam radikal tidak akan menerima pemahaman dari ulama selain imam besar mereka, tidak mau mengucapkan Shalawat Nabi dan pakaian yang menurutnya pakaian khas Islam. "Namun tidak seluruh yang berpakaian syariat Islam yang beraliran radikal, namun semua oknum yang di proses kepolisian memiliki indikator tersebut," ulasnya.

Dijelaskannya, biasanya oknum yang direkrut adalah remaja yang sedang mencari jati diri, namun menyisihkan diri dengan lingkungan, "sasaran utamanya adalah generasi muda yang kurang ilmu agama serta suka menyendiri," jelasnya.

Ia menyebutkan untuk warga Agam sendiri sudah Dua orang yang terlibat jaringan radikalisme ini, namun mereka direkrut diluar daerah Agam.

Dalam operasi dan perekrutan anggota, aliran radikalisme memakai strategi alone wolf (bergerak sendiri), mereka beroperasi dengan cara sembunyi dan sendiri-sendiri kemudian menyuruh kadernya melakukan aksi sendiri juga.

"Sasaran utama mereka adalah daerah yang jauh dari pantauan petugas, setelah mendapatkan kader mereka menyuruh anggota baru untuk pindah keluar daerah dan berkumpul dengan anggota lainnya," terangnya.

Kapolres mengaku, Untuk wilayah hukum polres agam, pihaknya belum menemukan atau menerima laporan tentang gerakan kadernisasi tersebut.

Ia mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi anaknya, serta memberikan pemahaman agama yang kuat serta mengajak anak untuk menyatu dengan masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi bahaya aliran radikal, Kapolres Agam gencar melakukan sosialisasi serta membentuk kelompok pemuda anti radikalisme. "Jika menemukan sekelompok oknum mengajarkan yang tidak sesuai dengan yang ajaran Islam agar melaporkan kepada pemerintah dan pihak kepolisian," pungkasnya.

Reporter Kab. Agam: Johan Utoyo

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Covesia.com - Aktor Inggris Colin Firth mendapatkan status kewarganegaraan Italia pada Jumat (22/9), menurut Kementerian Dalam Negeri di Roma."Aktor...

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring