Pernah Merasa Diawasi? Ini Alasan Kenapa Anda Bisa Merasakan Pandangan Orang Lain

Ila Sean | Selasa, 15-08-2017 | 16:11 WIB
Pernah Merasa Diawasi? Ini Alasan Kenapa Anda Bisa Merasakan Pandangan Orang Lain
ilustrasi

Covesia.com - Pernahkah anda mengalami sedang berada di sebuah tempat, tiba-tiba anda bergidik dan merasa seolah-olah ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik anda?

Anda bahkan bisa merasakan kira-kira dari mana arah pandangan tersebut. Entah di sisi kiri, kanan, dari belakang, atau bahkan di hadapan anda.

Kadang, sensasi tersebut bukan cuma perasaan saja. Disaat anda menengok, ternyata benar. Memang ada seseorang yang sedang memandangi anda dari jauh. Namun, bisa juga tidak ada siapa-siapa yang sedang melihat ke arah anda.

Bagaimana bisa manusia merasakan ada sepasang mata yang sedang mengawasinya? Padahal anda mungkin tidak sedang melihat ke arah tersebut. Nah, berikut covesia mengulasnya dari laman hellosehat.

Sebuah studi kasus dalam Journal of Cognitive Neuroscience tahun 2013 menguak bahwa orang yang mengalami gangguan penglihatan serius masih bisa merasakan saat dirinya diawasi.

Dalam studi kasus tersebut, para ahli meletakan foto wajah orang di hadapan subjek penelitian yang tidak bisa melihat karena kebutaan kortikal. Ada foto orang yang menatap lurus ke depan, ada juga foto orang yang sedang melihat ke samping.

Ketika dihadapkan dengan foto orang yang menatap ke depan, subjek penelitian tersebut tiba-tiba merasa terancam dan waspada. Munculnya perasaan awas tersebut dilihat dari hasil pindai otak subjek penelitian.

Ini berarti otak dan mata anda begitu peka terhadap sinyal-sinyal visual di sekitar anda. Mata manusia memang punya jangkauan pandangan yang sangat luas dan detail. Bahkan mata orang dengan kebutaan kortikal masih bisa menangkap tanda-tanda atau bayangan sosok orang dalam foto yang sedang melihat ke arahnya.

Apalagi mata orang sehat yang bisa melihat dengan jelas. Meskipun anda tidak sedang melihat langsung ke arah orang yang memerhatikan anda, mata dan otak anda mampu mendeteksi pergerakan, tatapan, atau bayangan orang lain.

Manusia memang sangat peka terhadap pandangan orang lain

Mata telah menjadi salah satu alat komunikasi paling penting bagi kelangsungan hidup manusia. Bagi manusia, kontak mata sangat penting untuk menyampaikan informasi serta emosi secara efektif.

Itulah yang membedakan mata manusia dengan hewan lainnya. Semut, misalnya, tidak memerlukan kontak mata untuk berkomunikasi karena mereka punya sistem komunikasi khusus yang melibatkan sentuhan, suara, dan zat feromon (aroma tubuh)next

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Gaya Hidup

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Covesia.com - Aktor Inggris Colin Firth mendapatkan status kewarganegaraan Italia pada Jumat (22/9), menurut Kementerian Dalam Negeri di Roma."Aktor...

Ikuti Akun Flickr Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring