Berikut Penjelasan Kenapa Banyak Pilot Sering Depresi Saat Bekerja

Ila Sean | Kamis, 10-08-2017 | 17:31 WIB
Berikut Penjelasan Kenapa Banyak Pilot Sering Depresi Saat Bekerja
Pixabay

Covesia.com -Menurut hasil sebuah survei tahun 2015 yang dilakukan akibat adanya kecelakaan pesawat maskapai Germanwings yang menewaskan 150 orang di dalamnya, menyatakan bahwa pilot Germanwings mengalami depresi saat menerbangkan pesawat.

Survei tersebut menggunakan sampel sebanyak 1.850 orang pilot pesawat komersial dari 50 negara. Hasilnya, 13% dari pilot tersebut menderita depresi dan lebih dari 4% pernah berpikir untuk bunuh diri dalam dua minggu terakhir.

Lalu, kenapa banyak pilot depresi? Berikut covesia mengulasnya dari laman hellosehat.

Menurut peneliti Joseph Allen, beberapa pilot mencoba untuk mengatur sendiri gejala depresi dan takut untuk berobat karena bisa berdampak negatif terhadap karir mereka. Studi yang baru pertama kali dilakukan tersebut, meneliti status mental pilot depresi dan ditemukan bahwa pilot pria lebih banyak mengalami rasa stres, putus asa dan ingin bunuh diri bila dibandingkan dengan pilot wanita.

Profesi pilot rentan stres bisa disebabkan karena banyak faktor, antara lain mengalami kelelahan, kurang tidur karena jadwal terbang yang padat, hingga masalah di luar pekerjaan. Gejala pilot depresi ini juga lebih banyak terjadi diantara pilot yang mengonsumsi obat tidur dan yang mengalami pelecehan seksual.

Depresi merupakan masalah mental yang jumlah penderitanya semakin meningkat seiring dengan makin beratnya beban kehidupan yang dialami tiap orang. Bunuh diri adalah efek paling buruk serta berbahaya dari orang yang depresi.

Beberapa penyebab depresi akibat pekerjaan

  • Profesi yang tidak sesuai minat dan bakat akan menghantarkan anda pada perasaan tertekan, bersalah dan lama kelamaan akan berubah menjadi depresi.
  • Tidak sesuainya nilai dan prinsip antara perusahaan dan diri anda sendiri. Hal ini akan menjadikan rasa tidak nyaman muncul dan berujung stres.
  • Suasana kerja tidak sesuai dengan kepribadian anda (introvert/ekstrovert) Pada saat bekerja, anda diharuskan berinteraksi dengan orang-orang yang tidak menyenangkan atau hanya memiliki preferensi, kepribadian, bahkan gaya kerja yang berbeda.
  • Tidak adanya keseimbangan kerja dengan kehidupan kerja anda. Kondisi ini biasa terjadi pada workaholic , dimana biasanya mereka suka kehilangan hubungan sosial di luar pekerjaan, juga hobi, kesempatan untuk rileks, dan mungkin jarang berolahraga.
  • Masalah finansial yang kurang baik, memungkinkan anda untuk terkena depresi.
  • Anda merasa terjebak dan dilema ketika harus memutuskan apakah harus keluar atau tetap berada di pekerjaan yang anda punya. Hal ini biasanya didasari antara kondisi penilaian yang realistis dengan rasa takut pada kemungkinan-kemungkinan yang akan datang.

Cara mencegah stress di tempat kerjanext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Kesehatan

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Ramaikan Blantika Musik Indonesia, Sarah Usman Bawakan Lagu Rieka Roslan

Ramaikan Blantika Musik Indonesia, Sarah Usman Bawakan Lagu Rieka Roslan

Covesia.com - Sarah Usman, penyanyi kelahiran Jakarta 4 September 1987, meramaikan blantika musik Indonesia lewat lagu "Cinta Bukanlah Cinta" karya...

Ikuti Akun Flickr Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring