Rokok Masih Menjadi Pemicu Kemiskinan di Sumbar

Husni Afriadi | Senin, 17-07-2017 | 16:34 WIB
Rokok Masih Menjadi Pemicu Kemiskinan di Sumbar
Ilustrasi (covesia.com)

Covesia.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat memaparkan rokok masih menjadi pemicu kemiskinan di provinsi itu dengan andil 14,07 persen di perkotaan dan 15,70 persen berdasarkan data periode Maret 2016-Maret 2017.

"Rokok menjadi komoditas nomor dua penyumbang garis kemiskinan setelah beras," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin dalam pemaparan Berita Resmi Statistik tentang Profil Kemiskinan Sumbar.

Menurutnya komoditas pertama penyumbang kemiskinan di Sumbar adalah beras dengan andil 21,74 persen untuk perkotaan dan 29,42 persen untuk perdesaan.

Untuk komoditas bukan makanan penyumbang kemiskinan antara lain perumahan, bensin, pendidikan, listrik, angkutan dan perlengkapan mandi.

Ia menyebutkan jumlah penduduk miskin Sumbar pada periode Maret 2017 mencapai 364.513 jiwa atau turun 11.997 orang dibandingkan periode September 2016.

Ia mengemukakan dalam mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang memandang kemiskinan sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi, memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

"Dengan pendekatan ini persentase penduduk miskin dihitung terhadap total penduduk," kata dia.

(ant/adi)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Covesia.com - Aktor Inggris Colin Firth mendapatkan status kewarganegaraan Italia pada Jumat (22/9), menurut Kementerian Dalam Negeri di Roma."Aktor...

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring