Mantan Deputi Bakamla Divonis Penjara Empat Tahun Tiga Bulan

Jhon Rico | Senin, 17-07-2017 | 16:27 WIB
Mantan Deputi Bakamla Divonis Penjara Empat Tahun Tiga Bulan
Eko Susilo Hadi (antara)

Covesia.com- Mantan Deputi Informasi, Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) Eko Susilo Hadi divonis 4 tahun 3 bulan penjara ditambah denda Rp200 juta subider 2 bulan kurungan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan satellite monitoring.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Eko Susilo Hadi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan primer. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 4 tahun 3 bulan penjara ditambah denda Rp200 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 2 bulan," kata ketua majelis hakim Yohanes Priana di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (17/7/2017).

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang meminta agar Eko divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan berdasarkan dakwaan primer dari pasal 12 huruf b UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Menurut Hakim, Eko terbukti menerima 88.500 dolar AS (Rp1,2 miliar), 10 ribu euro (Rp141,3 juta) dan 100 ribu dolar Singapura (Rp980 juta) dengan nilai total sekitar Rp2,3 miliar dari Direktur PT Merial Esa dan pemilik PT PT Melati Technofo Indonesia.

Penerimaan uang yang dilakukan Eko berawal dari arahan atasannya yakni Arie Soedewo selaku Kepala Bakamla yang menyampaikan adanya jatah 15 persen dari nilai kontrak pengadaan satelit monitoring yang dimenangkan PT Melati Technofo Indonesia dan dari jatah 15 persen tersebut sebesar 7,5 persen akan diberikan kepada pihak Bakamla.

Terkait perkara ini, tiga tersangka lain yakni Adami dan Hardy sudah divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta dengan subsider 6 bulan kurungan sedangkan Fahmi divonis 2 tahun dan 8 bulan penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan.

(ant/ jon)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Kasus Korupsi

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Covesia.com - Aktor Inggris Colin Firth mendapatkan status kewarganegaraan Italia pada Jumat (22/9), menurut Kementerian Dalam Negeri di Roma."Aktor...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring