Kenapa Sih Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Ila Sean | Jumat, 19-05-2017 | 15:22 WIB
Kenapa Sih Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?
ilustrasi

Covesia.com - Bulan Ramadhan, seluruh umat muslim yang sehat diwajibkan untuk berpuasa. Perubahan pola makan dan aktivitas selama Ramadhan dapat mempengaruhi jam biologis dan metabolisme tubuh kita.

Irama sirkadian yang mengatur siklus tidur bangun pada manusia merupakan siklus yang paling mudah diamati dalam keseharian. Irama sirkadian ini diatur oleh saraf hipotalamus yang terletak di otak manusia. Berbagai penelitian menunjukan bahwa tubuh memerlukan tidur agar tetap sehat dan menjaga fungsi fisik dan sosial, oleh karena itu pola tidur dihubungkan dengan bagaimana performa seseorang di siang hari.

Bulan Ramadhan mengharuskan umat muslim untuk berpuasa di siang hari, dan ini dihubungkan dengan perubahan pola tidur. Aktivitas seperti makan, minum, interaksi sosial, dan olahraga sering kali ditangguhkan sampai malam hari, sehingga mengurangi jam tidur dan kualitas tidur di bulan Ramadhan. Perubahan ini, walaupun tidak parah, dapat menyebabkan seseorang mengantuk atau tidak konsentrasi di siang hari.

Kenapa irama sirkadian tubuh berubah saat puasa?

Perubahan pola makan dari yang awalnya tiga kali sehari menjadi dua kali sehari di waktu malam, disertai dengan aktivitas yang bertambah di malam hari, dapat mengubah metabolisme tubuh seseorang, seperti suhu inti tubuh dan pola tidur. Bulan Ramadhan yang bersamaan dengan musim panas di negara yang dekat kutub dapat menyebabkan waktu puasa bertambah dibandingkan dengan musim kemarau atau dingin, oleh karenanya perubahan pola hidup yang terjadi dapat lebih dirasakan.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa berpuasa dapat menyebabkan perubahan irama sirkadian. Saat berpuasa, suhu inti tubuh dan pengeluaran hormon kortisol di siang hari menurun, dan pengeluaran hormon melatonin juga dilaporkan berkurang selama puasa. Perlu diketahui, melatonin merupakan hormon utama yang mengatur siklus tidur-bangun dengan cara mengubah suhu inti tubuh, sedangkan kortisol yang disebut dengan 'hormon stres' membantu kita untuk tetap terjaga di siang hari.

Pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktu 'krisis' kantuk saat puasa

Pada bulan Ramadhan, umat muslim sering kali menunda jam tidurnya agar memiliki waktu lebih untuk makan, minum, bercengkrama, dan melakukan aktivitas lainnya di malam hari. Selain itu, di bulan puasa juga terdapat ibadah tarawih yang dapat menambah penangguhan jam tidur bagi sebagian orang. Kebiasaan makan dan ngemil di malam selama puasa, juga aktivitas fisik atau olahraga, dapat meningkatkan suhu inti tubuh yang berujung pada gangguan tidur di malam harinext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Ramadan 1438 H

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Covesia.com - Aktor Inggris Colin Firth mendapatkan status kewarganegaraan Italia pada Jumat (22/9), menurut Kementerian Dalam Negeri di Roma."Aktor...

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring