Mengapa Usia 25 Tahun Adalah Masa yang Paling Baik Dalam Mengambil Keputusan?

Ila Sean | Kamis, 18-05-2017 | 13:29 WIB
Mengapa Usia 25 Tahun Adalah Masa yang Paling Baik Dalam Mengambil Keputusan?
Pixabay

Covesia.com - Di dalam tahapan hidup, setiap orang pasti pernah melewati masa atau kejadian di mana ia mengambil keputusan secara sembarangan atau acak. Namun, penelitian menyatakan bahwa umur 25 tahun adalah masa yang paling pas bagi anda untuk mengambil keputusan dalam hidup, kenapa? Berikut covesia mengulasnya dari laman hellosehat.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa umur 25 tahun adalah umur yang tepat bagi seseorang untuk mengambil keputusan yang random atau sembarangan. Keputusan sembarangan yang dimaksudkan di sini bukanlah tanpa dipikirkan matang-matang, namun karena tidak tahu mana yang harus diambil dan akhirnya mengambil salah satu pilihan dengan cepat.

Contoh, pengambilan keputusan secara acak adalah ketika anda sedang bingung dengan suatu pilihan dan kemudian iseng menghitung kancing baju atau menggunakan koin untuk membantu anda dalam mengambil suatu keputusan. Ya, bisa dibilang keputusan yang terpilih saat itu adalah keputusan yang random atau acak, dan sembarangan.

Pernyataan tersebut berawal dari sebuah penelitian yang dilaporkan dalan jurnal PLOS Computational Biology. Penelitian ini meneliti tentang bagaimana seseorang mendapatkan sebuah keputusan yang diambil secara acak. Terdapat lebih dari 3.400 orang dengan rentang usia 4-91 tahun yang menjadi peserta penelitian. Masing-masing peserta penelitian diberikan kuesioner untuk dilihat seberapa besar kemampuannya untuk mengambil keputusan secara acak.

Lalu di akhir penelitian, ditemukan bahwa umur 25 tahun adalah masa keemasan dalam mengambil keputusan, bahkan pada usia tersebut seseorang mampu mengalahkan kemampuan komputer dalam memproses keputusan.

Mengapa usia 25 tahun adalah masa yang paling baik dalam mengambil keputusan?

Para ilmuwan percaya bahwa mengambil keputusan yang acak tak hanya sekadar asal tebak saja. Namun, didasari dengan kemampuan dari fungsi kognitif yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Sampai belum diketahui pasti alasan mengapa umur 25 tahun adalah masa keemasan dalam berpikir kreatif, namun para ahli menyatakan bahwa kemampuan kognitif akan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Kemudian mengalami penurunan ketika memasuki masa lansia. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa penurunan kemampuan terjadi saat seseorang berusia 60 tahun.

Peningkatan fungsi kognitif yang terjadi memang tergantung dengan pengalaman masing-masing individu. Sedangkan penurunan kemampuan kognitif saat tua memang merupakan hal normal akibat fungsi sistem saraf juga menurunnext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Gaya Hidup

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Sweater Wol Tembus Pandang Karya Terbaru Calvin Klein

Sweater Wol Tembus Pandang Karya Terbaru Calvin Klein

Covesia.com - Calvin Klein, perancang Amerika tersebut mengeluarkan karya terbaru berupa rajutan yang berbeda dari biasanya. Calvin Klein menjual...

Ikuti Akun Pinterest Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring