Memerangi Hoax di Antara 42 Ribu Media Online Indonesia

Rudrik Syaputra | Jumat, 21-04-2017 | 15:40 WIB
Memerangi Hoax di Antara 42 Ribu Media Online Indonesia
Ilustrasi (pixabay/Alexas_Fotos)

Covesia.com - Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan setidaknya terdapat 42 ribu situs media online di Indonesia yang menyebarkan informasi ke masyarakat setiap hari, setiap waktu.

Namun, dalam penerapan prinsip jurnalistik profesional baru lima persen di antaranya yang benar-benar memerhatikan hal ini.

Jumlah pengguna Internet Indonesia hingga akhir 2016 sudah mencapai angka 132 juta jiwa. Segmen ini tentu sangat rawan dimanfaatkan oleh media tidak bertanggung jawab dengan merilis informasi tidak akurat bahkan bohong, palsu dan mengandung unsur fitnah.

Melihat fenomena ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama Embassy Of Australia menggelar berbagai program guna meningkatkan kualitas jurnalis untuk melawan hoax yang menyebar di internet.

Ketua AJI Indonesia, Suwarjono menggambarkan betapa mengerikannya hoax menggerogoti 132 juta kepala manusia, padahal mereka membutuhkan informasi yang akurat dan menjadi rujukan.

"Dari 42.000 media online di Indonesia, lima persen saja yang menerapkan etika dan standar Jurnalistik, selebihnya tak dikelola dengan bertanggung jawab," ujar Suwarjono di Kota Padang, Jumat (21/4/2017).

Atas dasar itulah, AJI dan Embassy Of Australia mengadakan Workshop Etik dab Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax. Workshop ini, sebagai pembuka dan warming up untuk agenda Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ).

"Kami sangat mengapresiasi support serius dari Kedubes Australia ini, ini upaya untuk menjadikan jurnalis yang semakin profesional yang menjaga media kita, menjadi dipercaya masyarakat," jelas Suwarjono.

Jono, juga menerangkan bahwa UKJ kali ini diikuti oleh semua level, mulai dari wartawan jenjang Muda, Madya, dan level utama. Peserta berasal dari Lampung, Palembang, Jambi, Batam, Padang, Pekanbaru dan Medan.

Sementara itu, First Secretary Media and Strategic Communication, Australian Embassy, Laura Kemp menyebut kemajuan kebudayaan dan peradaban, berbanding lurus dengan kemajuan dan berkualitasnya jurnalisme di tempat tersebut.

"Uji Standar Kompetensi memberikan sertifikasi formal kepada banyak jurnalis Indonesia, dan Kedutaan Besar Australia bangga turut serta dalam proses ini," kata Laura.

Menurutnya, dengan UKJ kualitas jurnalisme dan jurnalis di Indonesia bisa ditingkatkan dengan baik.

"Kami sangat senang bertemu dengan jurnalis berkualitas dari Sumatera Barat dan sekitarnya, kami percaya bahwa peserta akan memperoleh manfaat besar dari ujl kompetensi," jelas Laura.

Laura juga mengatakan, supports dan kerjasama antara Australian Embassy, dan AJI Indonesia bukanlah yang pertama kalinya.

"Kami sudah melakukan berbagai kerjasama, seperti Banking Journalist Academy, baik di Jakarta maupun wilayah lndonesia," kata Laura.

"AJI dan Dewan Pers merupakan rekan yang penting dan kami berharap untuk melakukan Iebih banyak, kerja sama dl tahun-tahun mendatang," pungkasnya.

(*/rdk)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Nusantara

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Duta Reggae Indonesia Tampil di Panggung Utama Hongaria

Duta Reggae Indonesia Tampil di Panggung Utama Hongaria

Covesia.com - Ras Muhammad, penyanyi yang sering disebut sebagai duta reggae Indonesia, tampil di panggung utama festival reggae tahunan LB27 Reggae...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring