Saat Haji Agus Salim Merasa Terhina dengan Pertolongan Kartini

Ila Sean | Jumat, 21-04-2017 | 11:35 WIB
Saat Haji Agus Salim Merasa Terhina dengan Pertolongan Kartini
Raden Ajeng Kartini

Covesia.com - Raden Ajeng Kartini, beliau dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita. Perempuan dengan semangat belajarnya tinggi dan perhatiannya terhadap dunia pendidikan, khususnya terhadap kaum perempuan.

Dalam perjalanan hidupnya, pada suatu waktu Kartini pernah berniat menolongHaji Agus Salim agar bisa melanjutkan pendidikannya ke Belanda, namun ditolak oleh Agus Salim karena merasa terhina.

Sebagaimana dihimpun covesia dari berbagai sumber, pada tahun 1891, ketika usia Agus Salim menginjak tujuh tahun, beliau masuk sekolah dasar Belanda, yaitu ELS (Europeesche Lagere Scholl) di Bukittinggi. Ketika Agus Salim duduk di bangku ELS, kecerdasan otaknya telah menarik perhatian guru-guru dari Belanda, rasa simpati mereka terlihat dengan permintaan ingin membina dan mengarahkan Agus Salim sepenuhnya, baik di sekolah maupun di rumahnya. Namun permintaan tersebut ditolak oleh kedua orang tua Agus Salim.

Pada usia 13 tahun, setelah tamat dari ELS pada tahun 1898, Agus Salim berangkat menuju Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya. Dengan kapal laut ditinggalkannya kampung halaman pergi merantau ke daerah seberang. Selanjutnya dimasukinya HBS (Hoger Burgelijke School),yaitu sekolah menengah Belanda di Jakarta.

Dalam lima tahun, Agus salim selesai dan berhasil menempuh ujian di HBS (1903) dengan nilai terbaik sekaligus menjadi juara. Dia adalah siswa terbaik dari tiga HBS di Hindia Belanda ketika itu.

Saat itu dapat dikatakan hampir tidak ada anak pribumi yang duduk di bangku HBS (Hoger Burgelijke School),yaitu sekolah menengah Belanda di Jakarta. terkecuali dari Agus Salim dan P.A.Hoesein Djajaningrat (Doktor pertama di Indonesia), dan anak-anak yang lain dari bangsa Eropa. Kecerdasan otaknya yang luar biasa diakui oleh gurunya yang juga oleh sarjana-sarjana Belanda. Bahkan menurut ramalan-ramalan gurunya, kelak kemudian hari Agus Salim menjadi orang penting bagi bangsanya.

Sebenarnya Haji Agus Salim memiliki minat yang besar terhadap pendidikan tingkat selanjutnya. oleh karena itu ia berusaha mendapatkan beasiswa ke Negeri Belanda, bahkan ada yang menganjurkan agar melanjutkan pendidikannya di Stovia.

Namun, semua usaha yang dilakukan itu mengalami kegagalan. Sehingga beritanya terdengar oleh Raden Ajeng Kartini (1879-1904), yang ditawari bea siswa ke negeri Belanda oleh pemerintah. Menurut Kartini, dirinya tidak mungkin pergi sejauh itu karena adat budaya masyarakat bangsa timur belum memberikan keleluasaan terhadap kaum wanita. Begitu pula beliaupun tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahannext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Ragam

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Pascainsiden Bom, Ariana Grande Akan Kembali Gelar Konser di Manchester

Pascainsiden Bom, Ariana Grande Akan Kembali Gelar Konser di Manchester

Covesia.com - Bintang musik pop Amerika Serikat Ariana Grande menyatakan akan menggelar konser amal bagi para korban bom bunuh diri di Manchester...

Ikuti Akun Flickr Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring