Keabsahan Jaksa Agung Baru Rentan Digugat

| Kamis, 06-11-2014 | 10:46 WIB

Jakarta - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 49/PUU-VIII/2010 tentang pengujian Pasal 22 ayat (1) huruf d Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan, menegaskan bahwa jaksa agung itu satu bagian dengan kabinet.

Tak kunjung jelasnya penunjukan Jaksa Agung hingga saat ini berpotensi menyebabkan keabsahan jaksa agung baru rentan digugat, mengingat jabatan itu satu bagian dengan kabinet. "Kalau ada orang yang jeli, itu bisa dipermasalahkan," kata Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR), Erwin Natosmal Oemar di Jakarta, Kamis (6/11/2014).

UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara menyebutkan presiden memiliki waktu 14 hari kerja sejak pembacaan sumpah dan janji, untuk menyelesaikan kementerian dan pengisian menterinya.

Ia menegaskan melebihi batas waktu penunjukan jaksa agung baru itu, berimplikasi banyak kepada sistem hukum yang berlaku. Semua putusan atau kebijakan pada jaksa agung baru nanti, berpotensi tidak memiliki dasar hukum yang tetap akibatnya penegakan hukum tidak berjalan.

Dicontohkan, jika ada seseorang ditetapkan sebagai tersangka, kemudian bisa saja mempraperadilankan ketetapan jaksa agung yang baru itu ke pengadilan. "Jadi (kondisi tersebut) berimplikasi banyak kepada sistem hukum," tegasnya.

Ia menduga lamanya penunjukan jaksa agung yang baru itu karena Presiden Joko Widodo dalam posisi yang dilema. "Apakah memaksakan jaksa agung dari luar tapi memiliki resistensi atau sebaliknya memilih jaksa agung dari internal tapi harus menghadapi oligarki yang ada," katanya.

Sementara itu, pakar hukum tata negara, Margarito Kamis menyatakan lamanya penentuan jaksa agung itu, secara tata negara tidak ada yang dilanggar. "Saya mengatakan secara jujur, tidak masalah meski jaksa agung masuk dalam kabinet. Pengisian (jaksa agung) itu sepenuhnya hak presiden," katanya.

Mungkin, kata dia, ada pertimbangan lain hingga presiden tidak mengumumkan nama jaksa agung bersamaan dengan pengumuman nama-nama menteri kabinet."Tapi alangkah baiknya, jabatan jaksa agung itu harus sudah diisi," tandasnya. (ant/bim)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring