6 Orang Bersaksi dalam Sidang Korupsi Alkes Mentawai

| Kamis, 06-11-2014 | 09:45 WIB

Padang - Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2012, yang sempat tertunda pada Senin (3/11), dilanjutkan dengan menghadirkan enam saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Di hadapan persidangan, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Padang Hakim Jamaluddin di Padang, Kamis (6/11/2014), meminta agar para saksi yang merupakan rekanan pengadaan memberikan kesaksian yang jujur.

"Kalian rekanan dan panitia pengadaan kongkalingkong, maka terjadi kasus korupsi ini. Coba saja kalian jujur dan bekerja seusai Tupoksi masing-masing, pasti kasus ini tidak akan muncul," kata Jamaluddin, menanggapi keterangan yang disampaikan tiga saksi awal di hadapan persidangan.

Ketiga saksi itu adalah Direktur PT Graha Syifaa Mandiri Ikhwan Algamdiar, Direktur CV. Zahamra Andre Erfrinaldo, dan Direktur CV Sinar Kasih Indah Reynold Oktavinato. Ikhwan merupakan rekanan pengadaan alat kedokteran umum puskesmas, Reynold selaku rekanan mengadakan alat kesehatan dasar puskesmas, dan Andre selaku rekanan untuk mengadakan alat kesehatan dasar puskesmas pembantu dan Poskesdes.

Dimana pengadaan alat kedokteran umum memiliki pagu anggaran sebesar Rp789 juta, alat kesehatan dasar Puskesmas Rp647 Juta, dan alat kesehatan dasar puskesmas pembantu dan Poskesdes Rp688 Juta. Dari pemeriksaan ketiga saksi terungkap, selaku pihak rekanan dalam mengadakan tiga macam item alat-alat kesehatan mereka tidak mampu mengadakan sesuai dengan kontrak.

Diakui saksi Andre, selaku rekanan dirinya tidak mampu mengadakan alat kesehatan sesuai nilai kontrak. Sedangkan saksi Reynold dan Ikhwan, mampu mengadakan alat kesehatan sesuai kontrak, namun setelah masa kontrak habis. "Kalian itu semuanya sama saja, rekanan dan panitia sama-sama mencari keuntungan atas proyek ini. Proyek dari uang masyarakat," katanya.

Selain tiga rekanan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tuapejat juga menghadirkan tiga orang saksi lainnya yakni Meta Soneta, Henny Febrianti, dan Fatmawati. Ketiga saksi ini merupakan tim verifikasi. Ketiganya mengaku dalam pengadaan tersebut memang bermasalah, karena tidak bekerjanya rekanan sesuai dengan dokumen pengadaan proyek.

Sesuai dalam dakwaan JPU negara telah mengalami kerugian keuangan sebesar Rp737 Juta dalam kasus tersebut. Dalam sidang yang digelar tersebut, saksi Reynold merupakan saksi mahkota. Hal itu dikarenakan Reynold, adalah terpidana dalam kasus yang samanext

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Covesia.com - Vocalis Rolling Stones, Mick Jagger, kembali jadi ayah untuk kedelapan kalinya, Kamis waktu setempat, ketika pacarnya penari balet...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring