Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Rudrik Syaputra | Rabu, 01-03-2017 | 11:44 WIB
Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Puji Atmoko. (Covesia Foto/ Doni Sofiadi/ 17)

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari perbankan.

Sementara di Indonesia, dari hampir 255 juta penduduk, sekira 95 juta jiwa di antaranya tercatat menjadi nasabah bank. Dari jumlah itu, data OJK pada 2015 mencatat sekira 15 juta jiwa merupakan nasabah bank syariah, dan 80 juta jiwa lainnya merupakan nasabah bank konvensional.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sampai akhir Desember 2015 tercatat sebanyak 118 bank masuk daftar penjaminan LPS. Sebanyak 106 merupakan bank umum konvensional dan 12 bank umum syariah.

Khusus di bagian perkreditan, perbankan di Indonesia membukukan kredit lebih baik pada akhir tahun 2016 dibanding akhir tahun 2015.

Bank Indonesia mencatat, perbankan membukukan kredit sebesar Rp 4.402,0 triliun di akhir Desember 2016. Jumlah tersebut tumbuh 7,81 persen dibandingkan akhir Desember 2015 senilai Rp 4.083,2 triliun.

Rincian pertumbuhan di akhir 2016 terdiri atas kredit investasi senilai Rp 1.114,9 triliun, kredit modal kerja senilai Rp 2.042,2 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, di sisi lain, kredit bermasalah di perbankan ternyata turut mengalami peningkatan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) bank umum per akhir Juli 2016 sudah mencapai 3,18 persen.

Persoalan kredit bermasalah ini, bisa jadi pernah Anda alami, sehingga untuk mendapatkan pinjaman di lembaga pembiayaan atau bank, Anda mengalami kesulitan. Di sisi lain, persoalan sulitnya mendapatkan kredit, sering dikaitkan dengan faktor BI Checking.

Pertanyaannya, apakah BI Checking menjadi soal utama dalam urusan perbankan Anda? Jawabannya, tidak.

Mengapa demikian? Berikut penjelasannya berdasarkan hasil wawancara Covesia.com dengan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Puji Atmoko, di Padang.

Apa yang Dimaksud dengan BI Checking?

Saya ingin meluruskan istilahnya dulu yaa. Memang yang populer BI Checking (Bank Indonesia Checking), karena ngecek kali yaa. Tapi sebetulnya dari bahasa aturan, istilahnya itu Informasi Debitur Individual (IDI), itu yang betul.

Latar belakangnya begini; di perbankan atau di perusahaan pembiayaan, ada istilahnya data rahasia. Di perbankan (nasabah) itu ada dua, penyimpan dan peminjam, yang satu simpanan dan satu lagi pinjaman.

Nah, data simpanan itu yang rahasia, data-data (yang berkaitan) dengan penyimpan. Penyimpan itu, menurut undang-undang perbankan (Pasal 1 angka 28 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan/red), adalah orang yang mempunyai simpanan di bank. Bentuk simpanan itu bisa tabungan, deposito atau giro atau bentuk lain yang disamakan dengan itunext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Wawancara

Komentar

Baca juga

Berita Lainnya

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Menikah dengan Livia Giuggioli, Aktor Colin Firth Resmi Mendapat Kewarganegaraan Italia

Covesia.com - Aktor Inggris Colin Firth mendapatkan status kewarganegaraan Italia pada Jumat (22/9), menurut Kementerian Dalam Negeri di Roma."Aktor...

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring