Ribuan Pekerja Freeport Rencanakan Aksi Mogok Kerja

| Jumat, 31-10-2014 | 22:55 WIB

Timika - Rencana mogok ribuan pekerja PT Freeport Indonesia ditanggapi serius oleh Kepolisian Resor Mimika, Papua. Kepolisian akan meminta tambahan pasukan dari Polda Papua jika rencana tersebut jadi dilakukan.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Mimika, Kompol Wirasto Adi Nugroho di Timika, Jumat (31/10/2014) kepada kantor berita Antara mengatakan, penambahan pasukan diperlukan untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan keamanan berskala besar di PT Freeport Indonesia, jika ribuan pekerja jadi mogok kerja.

Sebagaimana diketahui, Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja-Kimia, Energi dan Pertambangan (SP-KEP) SPSI PT Freeport Indonesia, PUK SP-KEP SPSI PT Kuala Pelabuhan Indonesia dan PUK SP-KEP SPSI PT Puncak Jaya Power telah menyampaikan surat pemberitahuan resmi ke berbagai pihak soal rencana melakukan mogok kerja selama sebulan terhitung mulai 6 November-6 Desember 2014.

"Kalau memang jadi mogok yah tentu kita akan minta tambahan pasukan dari Polda," kata Wirasto.

Meski demikian Polres Mimika sangat berharap agar proses mediasi yang dilakukan sehingga aksi mogok kerja para pekerja Freeport dan dua perusahaan privatisasinya itu batal digelar.

Ia mengemukakan, sampai saat ini situasi kamtibmas khusus di area pertambangan PT Freeport Indonesia di wilayah Tembagapura dan sekitarnya masih aman.(ant/ary)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Covesia.com - Lebih dari sepekan mengaku kelelahan karena "krisis spiritual", rapper Kanye West masih terbaring di sebuah rumah sakit di Los Angeles...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring