'Niagara Mini' Kota Padang, Antara Wisata dan Bencana

Rudrik Syaputra | Selasa, 03-01-2017 | 15:52 WIB
'Niagara Mini' Kota Padang, Antara Wisata dan Bencana
Bendungan Koto Pulai, Koto Tangah, Padang, Sumbar. (Covesia Foto/Primadoni/17)

Covesia.com - Bendungan Koto Pulai berada di Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, sejak enam pekan terakhir menjadi terkenal di kalangan anak muda di kota itu.

Sejak diposting di instagram, bendungan yang dibangun sekira tahun 1999 itu menjadi viral. Tidak lama berselang, remaja dan muda-mudi berdatangan ke sana, untuk berenang maupun sekadar berselfie dan menyebarkan ulang ke media sosial.

Menurut pengakuan warga setempat, sejak dibangun, bendungan itu berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, sejak Maret 2016, bendungan tersebut jebol akibat banjir bandang yang berdampak hingga ke tujuh kecamatan di kota itu.

Sebagian besar struktur bendungan hancur dan menyisakan sebagian kecil saja yang masih baik. Air yang semula mengalir 'berundak undak' kini terjun dan menciptakan pemandangan yang 'sepertinya indah.' Ketinggian sisa bagian yang roboh diperkirakan sekitar lima meter.

Air 'yang terjun' dari bendungan pecah dengan ketinggian lima meter itulah yang kemudian menjadi viral dengan sebutan 'Niagara Mini' Kota Padang.

(Diduga) penuh rasa penasaran, pemuda-pemudi di Kota Padang mulai berdatangan dan bahkan berenang ke lokasi yang sejatinya bukanlah tempat yang aman untuk dikunjungi.

Bukan tanpa larangan, warga sekitar sempat memberi peringatan agar 'wisatawan' yang datang tidak turun untuk berenang ke lokasi 'air terjun' itu.

Pemerintah kota setempat juga telah memasang tanda peringatan agar warga tidak berada di bendungan tersebut.

Kekhawatiran yang mendasar adalah air besar yang seketika tidak dapat diduga menerjang jika hujan telah turun di kawasan hulu sungai. Berada di sana sama saja menempatkan diri dalam bahaya.

Namun kian hari, lokasi itu kian ramai dikunjungi. Kian hari, lokasi itu kian populer di dunia maya maupun dunia nyata.

Dan bahkan, lokasi bendungan itu seolah telah dinobatkan menjadi destinasi wisata baru di Kota Padang. Bukan pemerintah yang melegalisasi, tapi rasa penasaran anak muda yang seperti kehilangan tempat rekreasi.

@fajridha.hayati

Tidak lagi terbendung, warga terus berdatangan, menghabiskan waktu untuk liburan. 'Wisatawan' yang datang rata-rata remaja dan anak kuliahannext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Nusantara

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Album "Thriller" Michael Jackson dengan Penjualan Terbesar Sepanjang Sejarah

Album "Thriller" Michael Jackson dengan Penjualan Terbesar Sepanjang Sejarah

Covesia.com - Album "Thriller" Michael Jackson, album dengan penjualan terbesar sepanjang sejarah, kembali menorehkan prestasi dengan mencatatkan...

Wawancara

Foto Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Covesia.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas)...

Website Monitoring