BPS: Tenaga Kerja Pertanian Turun 250 Ribu Orang

| Rabu, 05-11-2014 | 18:07 WIB

Jakarta - Penduduk yang bekerja di sektor pertanian pada Agustus 2014 berkurang 250 ribu orang jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin."Menurunnya jumlah luas panen tanaman padi menyebabkan daya serap tenaga kerja di sektor pertanian berkurang," katanya di Jakarta, Rabu.

Suryamin mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh penurunan produksi tanaman padi karena faktor musim kemarau serta penurunan luas panen, terutama di Pulau Jawa.BPS mencatat penurunan luas panen tanaman padi terjadi seluas 66.933 hektare dari 13.835.252 hektare pada 2013 menjadi 13.768.319 hektare pada Angka Ramalan II (ARAM II) Tahun 2014."Produktivitas tanaman padi juga menurun 0,24 kuintal per hektare," kata Suryamin.

Produktivitas tanaman padi pada 2013 sebesar 51,52 kuintal per hektare menurun jadi 51,28 kuintal per hektare pada ARAM II."Hal itulah yang mempengaruhi turunnya daya serap tenaga kerja di sektor pertanian," katanya. Berdasarkan pemaparan BPS, tenaga kerja di sektor pertanian menurun 250 ribu orang dari sekitar 39,22 juta orang pada Agustus 2013 menjadi 38,97 juta orang pada Agustus 2014.

Sektor pertanian sendiri merupakan sektor berdasarkan lapangan pekerjaan utama yang memiliki jumlah tenaga kerja terbanyak karena menyerap sekitar 34 persen dari total 114,63 juta orang angkatan kerja yang bekerja. (ant/cal)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Covesia.com - Vocalis Rolling Stones, Mick Jagger, kembali jadi ayah untuk kedelapan kalinya, Kamis waktu setempat, ketika pacarnya penari balet...

Ikuti Akun Facebook Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring